Dana IMF Belum Dibukukan, Cadangan Devisa RI US$ 57 M

Dana IMF Belum Dibukukan, Cadangan Devisa RI US$ 57 M

- detikFinance
Kamis, 03 Sep 2009 11:30 WIB
Dana IMF Belum Dibukukan, Cadangan Devisa RI US$ 57 M
Jakarta - Cadangan devisa Indonesia per akhir Agustus 2009 mencapai US$ 57,9 miliar atau hanya naik tipis dibandingkan cadangan devisa per akhir Juli yang sebesar US$ 57,418 miliar. Special Drawing Rate (SDR) dari IMF sebesar US$ 2,7 miliar belum dibukukan sehingga belum menambah cadangan devisa RI.

"Keputusan alokasi SDR sudah ditetapkan, namun secara administratif pembukuan belum dilakukan. Cadangan devisa akhir Agustus adalah US$ 57,9 miliar," jelas Deputi Gubernur BI, Hartadi A Sarwono kepada detikFinance, Kamis (3/9/2009).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution sebelumnya mengatakan, alokasi SDR dudah dilakukan sejak 28 Agustus 2009 lalu. Indonesia termasuk negara yang menerima, namun tidak akan menggunakannya jika tidak terpaksa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada salah paham kemarin ini merupakan pinjaman tetapi sebenarnya ini bukan pinjaman namun fasilitas negara anggota sesuai dengan saham mereka," jelas Darmin di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/9/2009).

Alokasi Special Drawing Rate (SDR) IMF atau 'bonus' yang diberikan IMF kepada para negara anggota sebesar SDR 1,7 atau US$ 2,7 miliar kepada Indonesia juga tidak akan menimbulkan net charges atau tambahan. Menurut Darmin, Indonesia hanya dikenakan biaya administrasi yang jumlahnya relatif kecil yakni 0,001 % p.a.

Darmin mengatakan, bunga administrasi yang kecil tersebut dikarenakan Indonesia juga memperoleh pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga yang sama dengan SDR yang dimiliki.

SDR tersebut, lanjut Darmin akan memperkokoh penyangga (resverve buffer) bagi likuiditas eksternal Indonesia dengan meningkatkan cadangan devisa Indonesia.

"Momentumnya benar, dana IMF ini untuk membantu neraca pembayaran bagi negara yang sedang mengalami kesulitan," tegasnya.
(qom/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads