Demikian disampaikan Direktur Direktorat Humas dan Perencanaan Strategis Dyah Makhijani terkait hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Kamis (3/9/2009).
"Memandang pelonggaran kebijakan moneter sejak Desember 2008 melalui penurunan BI Rate sebesar 300 bps, itu cukup kondusif bagi proses pemulihan ekonomi dan intermediasi perbankan. Tingkat BI Rate 6,50% juga dipandang konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi pada 2010 sebesar 5% plus minus 1%," ujar Dyah.
Β
Dewan Gubernur BI meyakini bahwa momentum peningkatan perekonomian domestik semakin kuat. Berbagai indikator menunjukkan bahwa pengeluaran konsumsi masyarakat terus meningkat didorong oleh ketersediaan pembiayaan konsumsi dan tingkat keyakinan konsumen akan prospek perekonomian ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi harga, inflasi selama Agustus 2009 mencatat peningkatan sesuai pola musiman terkait dengan aktifitas Ramadhan namun masih akan cenderung menurun pada sisa tahun 2009 didukung oleh penguatan nilai tukar rupiah, rendahnya tekanan imported inflation, serta menurunnya ekspektasi inflasi masyarakat. Ke depan, inflasi 2010 diperkirakan akan kembali ke pola normalnya seiring dengan kembali menguatnya aktifitas perekonomian domestik dan harga-harga komoditas.
Di sektor keuangan, stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan tetap terjaga. Respon perbankan terhadap pelonggaran kebijakan moneter semakin baik, dengan penyaluran kredit perbankan terus meningkat dan suku bunga kredit terus mengalami penyesuaian secara bertahap. Likuiditas perbankan juga secara agregat masih mencukupi untuk kegiatan perbankan dalam pembiayaan perekonomian.
Di sisi mikro, industri perbankan dalam kondisi stabil seperti tercermin dari masih tingginya tingkat kecukupan modal CAR sebesar 17% dan terjaganya NPL dibawah 5%.
Dengan optimisme akan perbaikan ekonomi yang semakin tinggi, penyaluran kredit diperkirakan terus meningkat seiring dengan semakin berkurangnya ketidakpastian perekonomian di sektor riil. Komitmen sejumlah bank untuk menurunkan suku bunga deposito diperkirakan akan semakin mendorong penurunan suku bunga kredit dan penyaluran kredit perbankan.
Bank Indonesia akan terus memantau pelaksanaan dari komitmen tersebut dan juga akan menempuh langkah-langkah lanjutan untuk meningkatkan efisiensi perbankan sehingga dapat mendorong penurunan suku bunga kredit lebih lanjut. Di bidang operasi moneter, untuk memastikan ketersediaan likuiditas perbankan dan mengantisipasi meningkatnya kebutuhan likuiditas perbankan seiring dengan membaiknya prospek penyaluran kredit, maka terhitung mulai Senin 7 September 2009, Bank Indonesia menyediakan transaksi REPO dengan tenor 3 bulan disamping yang sudah tersedia saat ini.
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memonitor perkembangan perekonomian global dan domestik dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk tetap menjaga stabilitas makroekonomi dengan tetap menjaga iklim yang kondusif bagi perekonomian," pungkas Dyah.
(qom/ang)











































