Namun Deputi Gubernur BI Budi Rochadi mengatakan, alasan mutasi tersebut bukanlah karena ketidaksetujuan mereka terhadap keputusan penyelamatan Bank Century yang diputuskan.
"Kan setiap organisasi pasti ada mutasi," katanya ketika ditemui di kantornya, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat malam (4/9/2009).
Budi menegaskan akan salah persepsi jika mutasi tersebut dilakukan karena ketidaksetujuan akan keputusan bailout bank century. "Setiap saat kita melakukan mutasi. Direktur, Deputi Direktur, termasuk di bawahnya," tegasnya.
Hanya kebetulan saja pemutaran Deputi Direktur dan Direktur dilakukan tanggal 1 Desember 2008 usai keputusan bailout tersebut. Ia mengatakan yang dimutasi sekitar 50 orang.
Penutupan Bank Century, lanjut Budi, jelas berdampak sistemik. Pasalnya, ada 18 bank yang pada waktu itu kondisinya sangat rapuh, dari sisi likuiditas. Meski tak separah kondisi Bank Century.
Budi menjelaskan, 18 bank tersebut kini kondisinya sudah keluar dari pengawasan intensif BI. Pemulihannya, sambung Budi, karena deposannya sudah kembali lagi. "Itu hanya masalah likuiditas. Deposan kembali, bank kecil kini mulai naik," pungkasnya.
Selain itu Budi menegaskan nama-nama deposan besar Bank Century yang saat ini menjadi polemik hanyalah sebuah rumor belaka. "Itu semua hanya rumor, kita tunggu saja pemberitaan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)," ujarnya.
Ia menambahkan BPK akan mengusut tuntas dan akan memberikan kejelasan-kejelasan mengenai kasus Century. "Saya tidak ingin semua menjadi lebih rumit. Tidak ada yang begitu. Itu tidak benar," tegasnya.
(dru/dnl)
