Mengenang 1 Tahun Runtuhnya Pasar Finansial AS

Mengenang 1 Tahun Runtuhnya Pasar Finansial AS

- detikFinance
Senin, 07 Sep 2009 06:50 WIB
Mengenang 1 Tahun Runtuhnya Pasar Finansial AS
New York - Tepat setahun silam, sebuah peristiwa penting yang mengubah wajah pasar finansial global terjadi. Krisis finansial Amerika Serikat (AS) yang tepat terjadi setahun silam dan akhirnya meruntuhkan keyakinan orang akan masa depan ekonomi kapitalisme ala AS.

Yang paling besar diingat oleh publik di seluruh dunia atas krisis finansial AS tentu saja terkait bangkrutnya ikon finansial AS, Lehman Brothers. Kebangkrutan Lehman itulah yang memicu kekhawatiran di berbagai negara di dunia dan menimbulkan kekacauan di sana sini.

Namun kebangkrutan Lehman itu sebelumnya telah ditandai dengan sakitnya sejumlah perusahaan finansial AS. Salah satunya adalah ambruknya 2 perusahaan pembiayaan AS, Fannie Mae dan Freddie Mac.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rentetan-rentetan peristiwa berikutnya begitu mencengangkan, yang intinya adalah bagaimana sebenarnya rapuhnya sistem finansial AS tersebut. Mereka telah digerogoti oleh kredit macet akibat jatuhnya pasar perumahan AS atau disebut subprime mortgage.

Dan setahun setelah krisis berlalu, para investor dan pemangku kepentingan di sektor finansial masih terus siaga I. Semua merasa bahwa proses pemulihan yang terjadi dalam 1 tahun terakhir ini masih sedemikian rapuh.

"Apa yang memukul saya adalah seberapa dekat kita pada luruhnya pasar finansial, yang mungkin telah membawa kita pada kejatuhan ekonomi. Dan ketika kita melihat ke belakang, kita harus bertanya mengapa hal ini dibiarkan terjadi?" ujar Joel Naroff, analis dari Naroff Economic Advisors seperti dikutip dari AFP, Senin (7/9/2009).

Analis mengatakan, tidak ada pemicu tunggal dari kolapsnya sistem finansual pada September 2008 lalu. Masalah-masalah di sektor kredit mulai terjadi pada Agustus 2007 dan para pemain sektor finansial mulai merasakan riak-riaknya sejak Maret 2008 ketika ada penyelamatan Bear Stearns.

"Anda menghadapi gaya kepanikan abad ke-19. Tida ada katalis tunggal untuk masalah itu," ujar Cary Leahey, ekonom dari Decision Economics.

"Selama 15 bulan, Wall Street telah mengatakan bahwa kita berada dalam resesi. Perlu waktu beberapa saat bagi Main Street untuk menyadari masalah itu. Namun satu hal yang terjadi setelah hari buruh pada awal September, secara efektif tiap perusahaan dan konsumen di AS kembali dari berlibur dan mengatakan bhawa mereka tidak akan membelanjakan sepeserpun untuk apapun," urainya lagi.

Rendahnya belanja konsumen AS, kredit macet itulah yang selama ini ikut menyeret-nyeret negara lain di berbagai belahan dunia. Terutama sekali negara-negara yang menggantungkan hidupnya dari ekspor. Mereka kini harus mati-matian agar defisit neraca perdagangannya tidak terus menerus minus.

Berikut perkembangan penting dalam sejarah krisis finansial AS yang mulai merebak bulan September 2008:

7 September

Pemerintah AS mengambil alih 2 perusahaan pembiayaan rumah terbesarnya, Fannie Mae dan Freddie Mac. Keduanya dimasukkan dalam 'konservator' untuk mencegah gagalnya sitem keuangan. Departemen Keuangan AS juga setuju untuk menginvestasikan US$ 100 miliar ke setiap perusahaan itu jika diperlukan.

15 September

Raksasa finansial ikon AS, akhirnya mendaftarkan kebangkrutan setelah pembicaraan untuk merger dan penyelamatan gagal. Semenatra Merrill Lynch justru berhasil mencapai kesepakatan untuk menjual sahamnya kepada Bank of America.

Raksasa asuransi, American International Group (AIG) memiliki eksposure besar pada surat-surat berharga berbasis perumahan. Sahamnya anjlok 60%, sehingga indeks Dow Jones ikut ambruk hingga 500 poin.

16 September

Pemerintah AS memutuskan untuk menyelamatkan AIG dengan memberikan suntikan dana dengan imbalan 80% saham AIG. Langkah ini secara efektif menjadi nasionalisasi terbesar yang pernah terjadi di industri asuransi.

17 September

Pasar saham di berbagai belahan dunia ambruk, bank sentral pun harus menginjeksikan miliaran dolar dananya ke pasar untuk mencukupi likuiditas. Langkah itu sangat diperlukan untuk menghadapi krisis kredit di sektor finansial.

18 September

Pemerintah AS mengajukan rencana penyelamatan sektor keuangan besar-besaran hingga US$ 700 miliar. Ini adalah rencana penyelamatan terbesar sepanjang masa.

19 September

Washington menggunakan kebijakan era Depression dengan menggunakan hingga US$ 50 miliar untuk menjamin dana-dana di pasar uang dalam rangka menahan dana-dana perbankan agar tidak keluar sehingga membahayakan sistem finansial.

21 September

Goldman Sachs dan Morgan Stanley, dua bank investasi independen yang tersisa menerima izin untuk berubah menjadi bank komersial. Perubahan itu membuat Goldman dan Morgan bisa menerima dana dari Bank Sentral AS, dan juga harus mengikuti aturan pemerintah.

26 September:

JPMorgan Chase membeli Washington Mutual.

29 September:


DPR AS atau House of representatives menolak rencana penyelamatan US$ 700 miliar yang diajukan pemerintah AS. Penolekan itu langsung memicu kejatuhan Wall Street dalam sehari. Citigroup mencapai kesepakatan untuk mengambil alih rivalnya, Wachovia atas dukungan pemerintah.

3 Oktober

Kongres mengadopsi rencana modifikasi untuk mendorong sektor finansial. Citigroup batal mengakuisisi Wachovia, yang telah sepakat untuk merger dengan Wells Fargo.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads