Menurut Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil, rencana tersebut akan dicatat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009.
"Kita harapkan APBN 2010. Itu kan tidak ada implikasi apa-apa, tapikan harus dicatat dalam APBN sehingga bisa dipertanggungjawabkan," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (7/9/2009).
Menurutnya, saat ini pemerintah masih menghitung besaran dana yang dibutuhkan bagi asuransi pelat merah tersebut. Pemerintah berencana menyuntikan dana karena Jiwasraya dinilai kekurangan modal.
"Dulu asuransi ini banyak masalah sehingga terjadi kekurangan RBC (Risk Base Capital ). Itu peninggalan masa lalu karena krisis tahun 1998. Cuma baru kita tangani sekarang," ungkapnya
Dengan kekurangan modal tersebut, perseroan tidak akan kolaps, namun dapat dipastikan akan kesulitan untuk berkembang dan ekspansi.
Hingga semester I-2009 modal disetor Jiwasraya hanya Rp 400 miliar, sementara dana yang dikelola perusahaan mencapai sekitar Rp 5,1 triliun.
Sepanjang enam bulan pertama tahun 2009, pendapatan premi perusahaan mencapai 48 persen dari target yang ditetapkan pada Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar Rp2,4-2,5 triliun.
(ang/dnl)











































