Kisah Pertemuan BI dan Analis 'Garis Keras' Soal Century

Kisah Pertemuan BI dan Analis 'Garis Keras' Soal Century

- detikFinance
Selasa, 08 Sep 2009 06:17 WIB
Kisah Pertemuan BI dan Analis Garis Keras Soal Century
Jakarta - Bank Indonesia diwakili oleh Deputi Gubernur Budi Rochadi memanggil beberapa analis 'garis keras', yang beberapa waktu terakhir bersuara keras dan tak sepakat soal bailout Bank Century.

Dalam pertemuan tersebut, BI kembali menegaskan polemik kasus Bank century yang di bailout pemerintah berdampak sistemik dan dapat mengakibatkan efek domino jika bank yang pernah dikuasai Robert Tantular tersebut ditutup atau dilikuidasi.

Bertempat di Hotel Nikko Jakarta, Senin malam (7/8/2009), BI melakukan pertemuan tertutup kurang lebih selama 3 jam. Wartawan tidak dapat diperbolehkan masuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengamat Ekonomi dari INDEF, Iman Sugema yang menghadiri pertemuan tersebut ketika ditemui mengatakan bahwa BI tetap 'pede' bahwa bailout Bank Century benar-benar murni berdampak sistemik.

"BI menegaskan bahwa ini tetap masalah sistemik. Namun saya berbeda pandangan, bank tersebut terlalu kecil untuk dibilang sistemik," ujar Iman.

Dikatakan Iman, sebelum bailout dilakukan kita sudah memberikan masukan bahwa Century ditutup saja.

"Kita juga menyarankan akan diberlakukannya penjaminan penuh atau blanket guarantee," tambahnya.

Ditempat yang sama Yanuar Rizky, Anggota ICW dan Analis Pasar Modal, mengatakan bahwa pertemuan yang dipimpin Deputi Gubernur BI ini berupa FGD atau Forum Group Discusion.

"Ini FGD soal pengawasan dan dampak sistemik," tegasnya.

Dikatakan Yanuar, pertemuan yang sifatnya sharing session ini, BI merasa sendiri dalam melakukan pengawasan padahal Bapepam-LK pun seharusnya ikut bertanggung jawab dalam kasus Antaboga.

"BI juga meminta masukan-masukan dari para pengamat-pengamat dalam pertemuan tersebut," ujarnya.

Pertemuan yang berlangsung secara tertutup tersebut berkesan sembunyi-sembunyi karena para pengamat dan analis selain Yanuar Rizky, Iman Sugema dan Kepala Ekonom BNI, Tony Prasetiantono keluar melalui pintu belakang.

Yanuar menambahkan dalam pertemuan tersebut terdiri dari beberapa analis seperti Ekonom Standard Chartered Fauzi Ikhsan dan ahli hukum perbankan Prajoto.

"Ditambah beberapa analis-analis ekonomi lain dan dihadiri juga oleh beberapa petinggi media," ungkapnya.

Ketika mencoba mengkonfirmasikan kepada Budi Rochadi dan beberapa analis lainnya, wartawan yang sedang menunggu pertemuan tersebut hanya bisa gigit jari karena ternyata pertemuan diam-diam sudah berakhir.

Petugas Hotel Nikko mengatakan bahwa pertemuan sudah selesai sekitar pukul 20.00 dan para narasumber tersebut sudah meninggalkan lokasi melalui pintu belakang hotel.




(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads