Demikian hal itu diungkapkan GM Divisi Operasional Hemawati usai jumpa pers persiapan lebaran di Kantor Pusat BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (10/9/2009).
"Dana itu untuk penukaran uang receh dengan satuan di bawah Rp 20.000," katanya.
Ia mengatakan, jumlah permintaan nasabah untuk melakukan penukaran uang tahun ini meningkat sebanyak 10% dibandingkan tahun lalu. Peningkatan didorong oleh tingginya animo masyarakat yang ingin mendapatkan uang nominal Rp 2.000 baru.
"Peningkatan 10% itu biasa dari tahun ke tahun. Tapi sekarang kan ada pecahan Rp 2000 baru," ungkapnya.
Ia mengatakan, hingga Agustus 2009 nasabah BNI telah menukarkan uang pecahan Rp 2.000 dengan total Rp 10,5 miliar. Pada September mendatang, total pecahan Rp 2.000 yang disiapkan perseroan untuk ditukarkan sebanyak Rp 13,4 miliar.
Ia mengatakan, seluruh uang pecahan yang sudah disiapkan tersebut akan disalurkan ke 250 cabang BNI. Mengenai kekurangan pasokan uang receh tersebut, pihaknya telah meminta tambahan kepada Bank Indonesia (BI).
"Tapi memang ada keterbatasan suplai juga di BI-nya," jelasnya.
Transaksi Kartu Kredit BNI Lebaran Naik 25%
Selain itu, di tempat yang sama Direktur Konsumer Darwin Suzandi BNI juga memperkirakan selama bulan Ramadhan hingga lebaran tahun ini diperkirakan meningkat sebanyak 25% dari transaksi di hari biasa.
"Transaksi kartu kredit selama hari raya naik 25% dibanding hari biasa. Salah satunya karena banyak promo lebaran," ujarnya.
Menurutnya, transaksi kartu kredit di hari biasa mencapai sekitar Rp 700 miliar per bulan. Di bulan Ramadhan ini diperkirakan bisa mencapai Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun.
Ia mengatakan, total transaksi kartu kredit bank pelat merah tersebut hingga Agustus 2009 mencapai Rp 6 triliun. Hingga akhir tahun 2009, ia memperkirakan transaksi kartu kredit bisa meningkat sebanyak 25-30% dibandingkan posisi di awal tahun.
Sementara itu, mengenai pertumbuhan kredit konsumer hingga akhir tahun 2009 diperkirakan sebanyak 15-20%. Kredit konsumer sendiri menyumbang sekitar 15% dari total portofolio kredit perusahaan pelat merah tersebut. Outstanding kredit BNI mencapai Rp 119 triliun per Juni 2009.
Sedangkan mengenai pengiriman uang dari luar negeri, dari data BNI per Agustus, transaksi pengiriman yang masuk dari nasabah luar negeri sebanyak US$ 225,82 juta dengan total tranksaksi 31.286 transaksi.
(ang/dnl)











































