Re-branding Bank Century akan diupayakan terjadi pada tahun 2009. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan citra perusahaan dan memperbaiki kepercayaan publik terhadap bank yang sempat gagal kliring tersebut.
"Penggantian nama saat ini masih dalam persiapan," ujar Direktur Utama Bank Century, Maryono dalam pesan singkatnya kepada detikFinance di Jakarta, Kamis malam (10/09/09).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya manajemen memang fokus dalam proses re-branding untuk dapat mengambil kembali kepercayaan nasabah dengan mengubah 'image' Century yang buruk.
"Memang tidak langsung bisa begitu saja. Visi misinya harus disusun terlebih dahulu baru kita bisa mengubah namanya. Namun saya ingin secepatnya," tutur Maryono.
Sementara itu, pengamat perbankan Tony Prasetiantono sangat setuju manajemen Century yang baru melakukan re-branding secepatnya.
"Citra Bank Century yang tercoreng memang harus secepatnya direhabilitasi," ujarnya ketika berbincang dengan detikFinance.
Tony mengatakan, caranya ada dua hal. Yang pertama, sebagai necessary condition, yakni dengan mengubah nama dan logo.
"Namun ini belum cukup, it is necessary but not sufficient. Jadi diperlukan langkah kedua, sebagai sufficient condition, yakni menanamkan kultur, visi dan misi baru, yang harus melekat erat di seluruh jajaran eks Bank Century," paparnya.
Dikatakan Tony, saat ini karyawan Century pasti mengalami demoralisasi yang luar biasa dan ini yang harus direhab.
"Pak Maryono harus memulai banknya dari titik nol yang baru untuk menghilangkan trauma. Ini penting, karena kalau sekadar perubahan nama dan logo pasti tidak cukup, karena itu sifatnya artifisial," tambah Tony.
Lebih lanjut Tony mengatakan, yang lebih fundamental atau genuine adalah menanamkan value dan kultur yg baru. Namun, Tony berpendapat hal tersebut merupakan pekerjaan berat, tapi sangat menantang manajemen Bank Century.
"Kalau berhasil, akan menjadi catatan sejarah penting dalam industri perbankan kita. Saya yakin pak Maryono suka dengan tantangan seperti ini. Harus dihadapi, tak perlu dihindari," pungkasnya.
(dru/qom)











































