Tuntutan para nasabah Bank Global tetap sama dengan minggu lalu, yaitu agar Menteri Keuangan Sri Mulyani menaati ketetapan MA Nomor 54 K/2008 yang telah dikuatkan dengan peninjauan kembali MA RI Nomor 111 PK/TUN/2008, untuk membayarkan uang mereka yang tersimpan di Bank Global.
"Hari ini kami minta bertemu Menteri Keuangan. Paling tidak kita dapat tanggapan resmi, yang penting dapat statement sehingga dapat ketenangan," ujar Silviana saat ditemui di depan Gedung Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/9/2009).
Menurut Silvi, pihaknya sudah menjalankan sesuai prosedur dan hukum. Jika masih tidak dipedulikan maka sepertinya sudah tidak ada keadilan lagi di negeri ini.
Silvi menambahkan sangat mengerikan jika pejabat negara tidak taat hukum. Apalagi Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah wanita Indonesia yang hebat yang sempat mendapatkan award sebagai salah satu wanita berpengaruh di dunia jadi diharapkan bisa taat hukum.
"Sebagai pejabat negara dan wanita apalagi dapat award semoga tidak mengabaikan hukum. Sangat mengerikan kalau pejabat negara tidak taat hukum. Apa kata dunia!!!" tandasnya.
Salah seorang nasabah Bank Global Nurhalim juga menyesalkan tindakan Menteri Keuangan yang belum membayarkan uang mereka padahal sudah memiliki kekuatan hukum.
"Bank Century saja bisa turun dana Rp 6,7 triliun, masa kita cuma Rp 150 miliar tidak dibayar," keluh Nurhalim.
Untuk demo kali ini para pendemo diharapkan akan sebanyak demo minggu lalu, tetapi pihak nasabah mendapat kesulitan untuk masuk gedung kali ini. Berbeda dengan kedatangan mereka minggu lalu yang tidak tercium pihak keamanan.
Beberapa nasabah memaksa untuk bisa masuk ke kantor Menko Perekonomian. Tapi mereka dihadang oleh pihak keamanan yang berjaga, mereka berteriak-teriak memaksa untuk masuk.
(nia/dnl)











































