Berdasarkan data perbankan per Juli 2009 yang dikutip detikFinance dari situs BI, Senin (14/9/2009), bunga bank kredit bank umum tertinggi adalah untuk sektor perdagangan, restoran dan hotel yang mencapai 15,25% untuk kredit dalam rupiah dan 6,77% untuk kredit dalam valas.
Rincian bunga kredit per sektor ekonomi dari bank umum hingga Juli 2009 adalah:
| Sektor | Bunga Kredit (Rp) | Bunga Kredit (Valas) |
| Pertanian, perburuan dan sarana pertanian | 13,52% | 6,26% |
| Pertambangan | 12,10% | 5,32% |
| Perindustrian | 12,82% | 5,80% |
| Listrik, gas dan air | 10,13% | 4,94% |
| Konstruksi | 14,13% | 5,74% |
| Perdagangan, restoran dan hotel | 15,28% | 6,77% |
| Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi | 11,04% | 5,59% |
| Jasa dunia usaha | 13,71% | 5,25% |
| Jasa sosial/masyarakat | 14,80% | 3,93% |
| Lain-lain | 15,87% | 0,60% |
Deposito
- 1 Bulan (Rupiah: 8,11%, Valas: 2,29%)
- 3 Bulan (Rupiah: 8,92%, Valas: 2,58%)
- 6 Bulan (Rupiah: 9,40%, Valas: 2,56%)
- 12 Bulan (Rupiah: 11,19%, Valas 2,24%)
Padahal tingkat suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 15 Juni 2009 hingga 14 September 2009 hanya sebesar 7,5% untuk simpanan dalam rupiah dan 2,75% untuk simpanan dalam valas.
Sementara 10 bank umum yang menjadi juara soal pengucuran kredit adalah:
- BRI: Rp 186,370 triliun (13,93%)
- Bank Mandiri: Rp 162,773 triliun (12,16%)
- BNI: Rp 117,739 triliun (8,80%)
- BCA: Rp 109,463 triliun (8,18%)
- CIMB Niaga: Rp 70,676 triliun (5,28%)
- Bank Danamon: Rp 58,072 triliun (4,34%)
- Bank Permata: Rp 36,626 triliun (2,74%)
- Bank Tabungan Negara: Rp 36,525 triliun (2,73%)
- Bank Panin: Rp 36,179 triliun (2,70%)
- BII: Rp 32,418 triliun (2,42%).











































