Para nasabah menilai tawaran yang diberikan terlalu kecil dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Seorang nasabah Bakrie Life yang tidak ingin disebutkan namanya dari Jakarta, menolak pengembalian dana investasi dengan mekanisme cicilan 1% per bulan tersebut.Β Dia mengharapkan pihak Bakrie Life bisa mengembalikan dana investasinya sesuai yang dijanjikan dengan pembayaran penuh.
"Saya hanya ingin uang saya kembali tanpa dicicil. Cicilan 1% itu apa manusiawi. Terlebih lagi ada tambahan syarat kalau 3 tahun di-review dan kondisi masih tidak baik, mereka bisa reshedule lagi. Itu keterlaluan," tegasnya usai pertemuan Direktur Bakrie Life dengan Nasabah di Hotel Bumikarsa, Jakarta, Selasa (15/09/2009).
Nasabah tersebut mengatakan kemungkinan penyelesaian kasus melalui jalur hukum tetap terbuka. Namun saat ini para nasabah berharap dapat mendapat perlindungan dari regulator terkait yakni Bapepam-LK.
Bakrie Life sebelumya dikabarkan tidak mengembalikan dana investasi produk Diamond Investa beserta manfaat yang seharusnya diterima nasabah sejak pertengahan tahun lalu. Padahal imbal hasil yang diberikan perusahaan menjanjikan tingkat bunga sebesar 12% sampai 13%.
Jumlah dana investasi yang terkumpul dari produk itu diperkirakan mencapai sekitar Rp 370 miliar.
Dana itu merupakan akumulasi dari sekitar 300 nasabah yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta (179 orang), Bandung (83 orang), Surabaya (60 0rang), dan beberapa kota lain.
Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 6 jam tersebut diwarnai juga dengan tangisan dari beberapa nasabah.
Seorang wanita bersama anaknya mengatakan bahwa sempat terjadi adu argumen dan beberapa nasabah sempat mengeluarkan air mata meminta dana mereka kembali. "Malah ada yang diceraikan suaminya Mas," ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa sudah sejak berdirinya Bakrie Life dirinya menjadi nasabah tetap dan sangat kecewa akibat kejadian ini.
Sementara itu, seorang nasabah lain yang juga enggan disebutkan namanya mengatakan, penempatan dana investasi produk Diamond Investa kemungkinan tidak sesuai dengan yang tercantum dalam prospektus.
Sebelumnya, nasabah ditawarkan produk investasi dengan penempatan dana di obligasi (90%), saham (5%), dan deposito (5%).Β
"Pada kenyataannya, dana investasi tersebut tidak jelas dan transparan penempatannya. Bahkan, kami mendapatkan informasi bahwa hampir 70% dana investasi itu ditempatkan di instrumen saham. Ini yang menjadi kebingungan kami sebagai nasabah," tandasnya.
Sementara usai pertemuan tersebut, Presiden Direktur Bakrie Life Timoer Soetanto mengatakan pihak pemegang saham Bakrie Life menjamin dana nasabah.
"Dana nasabah dijamin oleh pemegang saham, jadi pada intinya tidak ada masalah keuangan, dana nasabah pasti akan kembali. Cuma masalah waktunya dan mekanismenya, itu yang dari tadi kami bicarakan. Tinggal tunggu waktunya saja," ujarnya singkat.
(dru/dnl)











































