Jumlah tersebut ditambah dana tunai untuk kas di seluruh unit kerja operasional yang dipersiapkan hingga sebesar Rp 5,45 Triliun.
"Karenanya, kami siapkan full Rp 400 juta di setiap ATM dari sejumlah 3320 ATM milik BRI," ujar Direktur BRI, Sudargo Sudaryanto dalam konferensi pers di Kantor BRI, Selasa malam (15/09/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan secara total kami siapkan sebesar Rp 12 triliun," ungkapnya.
Sudaryanto juga mengakui, dana tersebut tidak 100 persen habis. Hal tersebut dikarenakan ada tambahan cadangan sejumlah 15 persen.
"Jadi total penyerapannya antara 90 persen," tuturnya.
Ia menjelaskan, menjelang lebaran perputaran uang pun, meningkat kurang lebih 20 persen, khususnya di Jabodetabek.Β BRI menyediakan layanan operasional terbatas di masa-masa liburan tersebut, layanan e-channel BRI, layanan khusus pertamina, ASDP dan angkasa pura, serta stand by petugas ATM. Layanan operasional tebatas yang diberikan BRI, katanya, dipersiapkan pada 18 September 2009.
"Disesuaikan dengan ketentuan Bank Indonesia yang tetap buka pada hari itu," tuturnya.
Sehingga, menurut dia, transaksi kliring dan RTGS tetap berjalan. Sementara, pada 23 September, BRI Juga membuka layanan operasional terbatas di 134 unit kerja.
(dru/qom)











































