"Sakit kalau yang berkembang ini adalah suasana berburuk sangka. Kalau ada kekeliruan dimana, tapi konteksnya saya minta dipahami, saya menunggu hasil BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Cepat atau lambat saya akan mendapat penjelasan dari BPK," ujarnya dalam acara buka puasa di Istana Negara, Jakarta, Kamis malam (17/9/2009).
Ditegaskan SBY jika memang hasil audit investigasi yang dilakukan BPK menunjukkan adanya suatu langkah yang ceroboh dalam keputusan penyelamatan Bank Century, maka harus ditindak sesuai koridor hukum yang berlaku.
"Saya pesan kalau ada kejahatan jangan sampai lolos oleh jerat hukum. Tidak boleh kita melakukan sesuatu atas kejahatan, melakukan langkah yang ceroboh. Saya minta hukum ditegakkan supaya adil, saya hanya menjelaskan konteks besarnya," tuturnya.
SBY mengatakan langkah penyelamatan Bank Century yang dilakukan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sudah benar untuk menyelamatkan perekonomian nasional.
"Tidak ada untuk menyelamatkan bank ini dan bank itu. Dari konteks itu sebagai kepala negara, saya wajib memastikan kejadian itu tidak menguncang perekonomian. Seperti krisis 1998," katanya.
"Maka dalam hal ini pemerintah, BI dan semuanya bekerja bersama untuk menyelamatkan. Hasilnya adalah moonrise setelah Cina dan India serta tidak terjadi sebagaimana krisis 1998. Itu bisa dilihat sebagai contoh. Saya lihat konteksnya seperti itu," tuturnya. (dnl/dnl)











































