"Yang menjawab hanyalah satu direksi bernama Ignatius Bambang, namun sayangnya dia tidak tahu apa-apa tentang penyelesaian. Direktur Utama Timoer Sutanto dan juga Hary Prianto (Direktur dari Bakrie Group) juga tidak bisa dihubungi," kata salah seorang nasabah Bakrie Life yang tidak ingin disebutkan namanya ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis malam (24/09/2009). .
Lebih lanjut ia mengatakan, nasabah pasti nantinya akan maju melalui jalur hukum, sebagai contoh seperti hari ini ada demo di Departemen Keuangan.
"Namun tetap sebagai seorang nasabah kami ingin dana kami kembali utuh, tidak habis atau kurang karena harus ada biaya 'lawyer' dan sebagainya. Dan kami juga cari uang tersebut dengan susah payah," ungkapnya.
Menurutnya, sebagai nasabah kami hanya bisa mengetuk hati Bapepam LK agar bisa push pemegang saham Bakrie Life dan bahkan kepada pihak Bakrie agar bisa membereskan hal ini.
"Jangan hanya action untuk kepentingan pribadi saja yang ditonjolkan, sumbang untuk korban gempa, sumbang untuk Golkar Rp1 triliun, tapi dananya ngemplang dari dana nasabah. Bakrie bukan tidak bisa bayar, tapi tidak mau bayar. Hari ini saja berita BUMI terima pinjaman cukup besar US$ 1.9 milliar. Dana BL yang tidak bisa dibayar hanya Rp 400 miliar, sangat kecil dibandingkan uang tersebut," tandasnya.
Sampai detik ini, sambung nasabah tersebut, belum juga ada kontak atau info lagi dari pihak Bakrie Life tentang penyelesaiannya.
"Ada yang dijanjikan sebelum tanggal 30 September 2009 ini, yakni bunga yang tertunda akan dibayarkan. Namun itupun kami ragukan," pungkasnya.
(dru/dnl)











































