"Pada kondisi normal omset kami sekitar Rp 3,6 triliun per bulan, namun saat Ramadhan omset kami naik hingga Rp 4,1 triliun," ujar Direktur Operasional Perum Pegadaian Edi Prayitno saat berbincang dengan detikFinance , Jumat (25/9/2009).
Menurut Edi, peningkatan signifikan terjadi pada awal bulan Ramadhan, dimana banyak masyarakat yang menggadaikan barangnya untuk digunakan sebagai modal berdagang. Sebagian barang yang digadaikan berupa perhiasan emas.
"Dana tersebut digunakan untuk menambah barang dagangan mereka. Bahkan saat Ramadhan, ada pedagang musiman. Mereka yang sebelumnya tidak pernah berdagang, kemudian menggadaikan barang sebagai modal mereka untuk berdagang," tuturnya
Edi menambahkan, barang-barang yang telah digadaikan sepanjang bulan Ramadhan tersebut, pada lima hari menjelang lebaran sudah mulai ditebus oleh para pemiliknya.
"Namun setelah lebaran, sejak kemarin buka, kantor kami sudah diserbu, karena uang mereka habis dan mereka perlu modal berdagang lagi," jelasnya.
Edi menambahkan, hingga Agustus pihaknya sudah menyalurkan kredit sebesar Rp 32 triliun dari target tahun ini sebesar Rp 48 triliun. "Kami optimis target ini bisa tercapai," tegasnya.
(epi/dnl)










































