Pemimpin dari negara inti ekonomi dunia tersebut akan melakukan reformasi untuk mengendalikan bankir yang mendapatkan gaji dan bonus melampaui kewajaran.
Menanggapi keputusan tersebut, Direktur Perencanaan Makro Bappenas Bambang Priambodo menyatakan, saat ini memang sektor keuangan membutuhkan sebuah langkah perbaikan. Para bankir dinilai tidak layak lagi atau kurang patut apabila mendapatkan alokasi dana yang berlebih di saat banyak sektor yang menggerakkan perekenomian membutuhkan lebih banyak alokasi dana negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada satu concern bahwa para bankir memang harus lebih meningkatkan efisiensi dalam rangka perbaikan kinerja sektor keuangan global. Sehingga mereka perlu menahan terhadap akselerasi income di sektor tersebut. Baik dari top management sampai ke bawah," ujar Bambang ketika dihubungi wartawan, Jumat (25/9/2009).
Mengenai implementasi keputusan G20 soal pembatasan internasional untuk gaji dan bonus para bankir di Indonesia, Bambang berharap Indonesia juga memberlakukan keputusan tersebut.
Hal ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara sektor keuangan dengan sektor riil agar pembenahan di sektor keuangan kemudian mampu melakukan pembenahan sektor riil.
"Saya harapkan seperti itu. Karena concern kita juga ada keseimbangan antara sektor keuangan dengan sektor riil. Sehingga keseimbangan antara sek riil dan income berjalan dengan baik. Justru kita juga memberi perhatian kepada sektor riil agar pembenahan di sektor keuangan kemudian mampu melakukan pembenahan sektor riil," jelas Bambang.
(nia/ang)











































