"Kita tidak mau ditawarkan saham, surat utang, aset Bakrie Life atau apapun bentuknya. Kita semua hanya ingin dana kita kembali berupa dana segar (fresh money)," ujar seorang nasabah dari Bandung yang tidak ingin disebutkan namanya, saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (27/9/2009).
Ia mengatakan, pihaknya sudah mempunyai opsi yang nantinya akan dipaparkannya kepada manajemen dalam pertemuan yang direncanakan pada pekan depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
bulan. Perbulannya dana pokok dikembalikan sebesar 10 persen," tegasnya.
Menurut paparan nasabah tersebut, para manajemen sempat menawarkan beberapa solusi akan pengembalian dana mereka.
"Pada bulan Januari 2009, mereka (manajemen) menjanjikan kita (nasabah) mengganti dana kita dengan mengkonversinya ke saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) dan BNBR (PT Bakrie and Brothers Tbk) namun kita tidak mau," tegasnya.
Ia menambahkan, pada Maret lalu, para nasabah juga sempat ditawarkan aset Bakrie Life berupa tanah di Perumahan Nirwana, Bogor, Jawa Barat dan di daerah Malang dan Bali. "Namun setelah kita cek ternyata kenyataannya aset itu tidak ada," jelasnya.
Nasabah yang bergabung dengan Bakrie Life sejak tahun 2007 tersebut juga mengakui bahwa seperti pemberitaan sebelumnya, dirinya juga sudah pernah ditawari oleh manajemen surat utang berupa Medium Secure Notes (MSN) dari pemegang saham.
"Namun karena memang surat tersebut tidak liquid atau tidak terdaftar di Bursa serta kita tidak mengetahui keaslian dan keabsahannya maka kita juga menolak penawaran yang diberikan manajemen pada bulan Juni 2009 tersebut," ungkapnya.
Saat ini, lanjutnya, para nasabah hanya fokus bagaimana dana mereka bisa kembali dan bahkan mereka mengaku tidak lagi mengaharapkan bunga. "Yang penting dana pokok kita kembali," ucapnya.
Upaya-upaya selain terus menuntut kepada pihak manajemen, Dia mengatakan akan bergerak melalui Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI). "Kita akan segera melaporkan segala kebohongan-kebohongan dan kecurangan yang belum terkemuka yang manajemen lakukan," paparnya.
Lebih lanjut Ia menegaskan, para nasabah saat ini sudah muak akan kebohongan pihak manajemen.
"Dari bulan Januari 2009, kita telah mengadakan pertemuan berulang-ulang. Namun dari hasilnya tetap saja tidak ada yang bisa disepakati," katanya.
Menurut pemberitaan sebelumnya, manajemen Bakrie Life memang berencana melunasi semua dana jatuh tempo nasabah produk Diamond Investa Bakrie Life sebesar Rp 360 miliar. Anak usaha Grup Bakrie itu berencana membayar melalui dana talangan PT Bakrie and Brothers (BNBR) lewat Medium Secure Note (MSN).
(dru/epi)











































