Dana Program Pasar Percontohan Depdag 2010 Turun 70%

Dana Program Pasar Percontohan Depdag 2010 Turun 70%

- detikFinance
Senin, 28 Sep 2009 17:41 WIB
Dana Program Pasar Percontohan Depdag 2010 Turun 70%
Jakarta - Dana program revitalisasi pasar tradisional (pasar percontohan) Departemen Perdagangan (Depdag) dipangkas dari Rp 100 miliar pada 2009 menjadi hanya Rp 30 miliar pada 2010. Serapan anggaran pada tahun 2009 pun masih sangat rendah yaitu masih mencapai 9,39% dari total Rp 100 miliar.

"Program tahun 2010 plafon anggaran jauh berkurang tahun ini Rp 100 miliar, tahun depan hanya Rp 30 miliar," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag Subagyo dalam acara rapat dengar pendapat dengan komisi VI DPR RI, Senin (28/9/2009).

Seperti diketahui, selain melakukan program pasar percontohan yang lebih bersifat reguler setiap tahun, pada tahun 2009 ini juga Depdag melaksanakan program stimulus fiskal pasar dan gudang, dengan masing-masing anggaran untuk stimulus pasar Rp 215 miliar dan stimulus pergudangan Rp 120 miliar. Pada tahun 2010 nanti program stimulus ini dipastikan sudah tidak dianggarkan lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, hingga saat ini serapan program stimulus fiskal pasar senilai Rp 215 miliar hanya baru terserap 9,41%. Yaitu mencakup 11 provinsi meliputi 23 kabupaten. Realisasi sampai 28 September hanya mencapai Rp 20,21 miliar (9,41%) dimana 15 daerah masih sedang melakukan pembangunan fisik.

"Dari dana stimulus, realisasi 9,41% dan telah dilaporkan terendah sebesar 20% dan tertinggi 60% di Maluku di Pulau Buru," katanya.

Sementara untuk program stimulus pergudangan yang dianggarkan sebesar Rp 120 miliar sampai 28 September hanya terserap 7,89%.

Serapan Anggaran Departemen Pun Masih Seret

Sementara itu mengenai serapan angggaran Depdag hingga 31 Agusus 2009 baru mencapai Rp 513,997 miliar atau hanya baru terserap 39,5%. Sedangkan untuk serapan anggaran Komisi Pengawas Persaiangan Usaha (KPPU) yang masih dalam satu unit dalam anggaran Depdag, hingga per 28 September 2009 hanya terserap Rp 41,062 miliar atau hanya 50,02%.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads