"Hampir 10% dari sekitar 1.500 karyawan mengundurkan diri," ujar Direktur Kepatuhan dan HRD Bank Century, Erwin Prasetyo saat berbincang dengan detikFinance, Selasa (29/9/2009).
Dan pengunduran diri karyawan Bank Century kini diwarnai kabar tak sedap terkait perilaku tidak adil manajemen terhadap karyawan-karyawan yang mengundurkan diri.
Seorang mantan (eks) karyawan bank yang segera berganti nama menjadi Bank Mutiara tersebut menyampaikan keluhan terhadap pihak direksi yang dianggap telah berlaku semena-mena terhadap para karyawan yang telah mengundurkan diri maupun yang masih bekerja di Bank Century.
"Kami mempertanyakan tentang uang kesehatan yang diberikan secara terlambat dan pesangon yang disunat tanpa alasan yang jelas," ujar eks karyawan Century yang tidak ingin disebutkan namanya ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Senin Malam (28/09/2009).
Ia mengatakan, kepada karyawan yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri, Direksi Bank Century berusaha mengulur waktu dalam memberikan hak sebagai karyawan.
"Mereka memberikan janji-janji dan berbagai macam persyaratan yang merugikan karyawan, terutama untuk level jabatan tertentu," tuturnya.
Dikatakannya, apabila keinginan Managemen dikabulkan, barulah hak karyawan tersebut dipenuhi. Bagi karyawan yang tidak mau mengikuti persyaratan dari manajemen Bank Century tersebut, maka hak karyawan akan semakin tidak jelas.
"Perlakuan manajemen Bank Century tersebut dinilainya sudah melanggar UUD 1945 pasal 28 tentang hak asasi manusia dan UU Tenaga Kerja pasal 162 ayat 2 tentang Pemberian Hak Karyawan Yang Mengundurkan Diri Atas Kemauan Sendiri," paparnya.
Saat dikonfirmasi mengenai masalah tersebut, Erwin membantahnya. Menurutnya, manajemen tidak pernah mempersulit hak-hak karyawan yang mengundurkan diri tersebut. Ia mengungkapkan, untuk uang kesehatan karyawan yang mengundurkan diri, seluruhnya sudah diselesaikan. Kalaupun ada masalah adalah terkait uang pesangon.
"Karena harus dilihat pengalaman, status, jabatan karyawan itu. Semua mesti diteliti, tapi yang pasti kita tidak pernah menahan-nahan. Kalau dia memang tidak ada masalah, pasti pembayaran pesangonnya lancar," tegas Erwin.
Erwin juga membantah adanya tekanan yang diberikan oleh manajemen terhadap karyawan. Menurutnya, dari karyawan yang mengundurkan diri, memang kebanyakan dari bagian marketing atau front office . Dan mereka memang diberikan target yang besar karena Bank Century kini memang sedang berjuang keras untuk mendapatkan kembali dana-dana nasabah.
"Tidak ada tekanan, yang ada kita targetkan pencarian dana lebih kencang. Karena Century kan sedang membutuhkan perputaran dana," tambahnya lagi.
Di tempat terpisah, Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Firdaus Djaelani mengaku dirinya belum mendengar kabar tersebut.
"Namun itu semua sudah menjadi tanggung jawab manajemen. Jika memang ada bebrapa karyawan yang mengundurkan diri, maka haruslah manajemen bertindak sesuai dengan UU ketenagakerjaan," ujar Firdaus di Gedung DPR-RI.
Firdaus menjelaskan jika memang ada alasan dimana karyawan mengundurkan diri karena ada pressure (tekanan) yang tinggi dari manajemen itu semua hal yang wajar.
"Di setiap tempat bekerja kita selalu mengalami pressure. apalagi bank century yang sedang dalam masa penyehatan setelah sakit. Pasti memang pressure yang diberikan cukup tinggi," tambahnya.
Lebih lanjut Firdaus berharap agar hal-hal seperti ini tidak menjadi berlanjut. Ia mengatakan semua merupakan tanggung jawab manajemen yang harus diselesaikan. (qom/dnl)











































