Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Bank DKI yang juga menjabat Ketua Asosiasi Perbankan Daerah (Asbanda) Winnie E Hasan disela acara halal bihalal di Gedung Departemen Keuangan, Selasa (29/9/2009).
Â
Winnie menjelaskan, kesulitan likuiditas ini dipicu karena pemerintah daerah pada semester dua rajin menyerap dana. Akibatnya sejumlah dana di BPD mulai tersedot.
Â
"Di Bank DKI yang tadinya kisarannya rendah dibawah 60 persen, pada saat ini penyerapan mencapai 80 persen," papar Winnie.
Â
Menurut Winnie, masalah likuditas ini mulai menjadi perhatian perbankan daerah. Namun, permasalahan ini bukan merupakan hal serius dan diperkirakan hanya sementara. "Ini musiman saja, memang sudah umum terjadi saat mendekati akhir tahun," jelas Winnie.
(nia/ang)











































