Namun sayangnya, Bank Century cukup kesulitan untuk mendapatkan karyawan baru. Menurut Direktur Kepatuhan dan HRD Bank Century, Erwin Prasetyo, sulitnya Bank Century mendapatkan karyawan baru disebabkan karena berbagai kasus yang sempat melanda bank yang pernah gagal bayar tersebut.
Menurutnya, Bank Century baru berhasil merekrut setengah dari jumlah karyawan yang mengundurkan diri. Sebagai catatan, Bank Century kini memiliki sekitar 1.500 karyawan, sehingga yang mengundurkan diri mencapai sekitar 150 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai banyaknya karyawan yang mengundurkan diri, Erwin mengatakan sebagian beralasan tidak merasa terjamin dan khawatir bank tersebut ditutup setelah terjadinya kisruh pada akhir tahun 2008 lalu.
"Mereka takut bank ini nanti mau ditutup. Ini terutama yang masih muda," ungkapnya.
Sebagian karyawan yang mengundurkan tersebut juga umumnya adalah wanita. Saat ini 60-70% karyawan Bank Century adalah wanita.
"Mereka mungkin jenuh dan memilih mengurus anaknya setelah kejadian kemarin," tambahnya.
Terkait karyawan yang kabarnya dipaksa mengundurkan diri oleh tekanan manajemen, Erwin menegaskan hal itu berkaitan dengan target yang sudah disepakati sesuai kontrak. Hal itu umumnya terjadi pada karyawan bagian marketing.
"Kita tidak menyuruh mereka keluar, tapi memang sesuai kontrak ada target sekian yang harus dipenuhi. Tidak ada pressure, yang ada kita targetkan pencarian dana lebih kencang," tambahnya lagi.
Bank Century secara resmi diambil alih LPS pada 21 November 2008. Pengambilalihan bank tersebut oleh lembaga pemerintah ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan keamanan dan kualitas pelayanan bagi para nasabah.
Pengambilalihan itu dilakukan setelah sebelumnya bank tersebut mengalami gagal kliring. Sementara pemegang saham Bank Century sebelum diambil alih LPS adalah:
- Clearstream Banking S.A Luxembourg 11,5%
- First Gulf Asia Holdings Limited (d/h Chinkara Capital Limited) 9,55%
- PT Century Mega Investindo 9%
- PT Antaboga Delta Sekuritas 7,44%
- PT Century Super Investindo 5,64%
- Lain-lain kurang dari 5% sebesar 57,21%.
(qom/qom)











































