Jamsostek Siapkan Rp 740 Miliar untuk Investment Fund

Jamsostek Siapkan Rp 740 Miliar untuk Investment Fund

- detikFinance
Kamis, 01 Okt 2009 18:45 WIB
Jamsostek Siapkan Rp 740 Miliar untuk Investment Fund
Jakarta - PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) siap bermitra dengan Islamic Corporate Development (ICD) untuk mendirikan anak usaha berbasis syariah, melalui program Invesment Company. Dana yang disiapkan Jamsostek untuk pendirikan anak usaha ini sebesar Rp 740 miliar.

"Kami sedang menyiapkan Invesment Company yang berbasis syariah. Untuk itu kami sedang menjajaki kerjasama dengan Islamic Corporate Development (ICD) untuk merealisasikan hal ini," kata Direktur Investasi PT Jamsostek Elvyn G Masassya di Hotel Kartika Candra, Jakarta, Kamis (1/10/2009).

Dalam usahanya, Jamsostek menyiapkan dana sebesar Rp740 miliar sebagai penyertaan baru. Sejumlah dana ini disiapkan untuk penyertaan langsung atas anak usaha, yang ingin dikuasai secara dominan oleh Jamsostek dengan total rencana modal sebesar Rp1 triliun.

"Kami menginginkan minimal 51% saham dimiliki Jamsostek. Dari total rencana modal yang dianggarkan, maka dana Rp 510 miliar siap digunakan sebagai penyertaan langsung," tegas Elvyn.

Proses pendirian sudah sampai pada tahap visibilities untuk mengetahui studi kelayakan dari anak usaha ke depan. Realisasi pendirian anak usaha ini, harapan Elvyn, dapat terialisasi pada kuartal I 2010.

Dengan adanya perusahaan gabungan ini, diharapkan dapat mengundang investor lain yang mau berinvestasi di Indonesia. Elvyn mengkhususkan untuk para investor yang berasal dari Timur Tengah, dapat berinvestasi di berbagai bidang di dalam negeri, seperti infrastruktur, dan agribisnis.

Harapan lain yang disandarkan dari pendirian anak usaha ini, agar investasi yang ada dapat dikelola secara lebih proporsional dan sesuai standar internasional.Imbal Hasil Jamsostek

Hingga semester I 2009, Jamsostek mencatat imbal hasil Yield on Investment (YoI) sebesar 13,7%.Catatan ini dihasilkan dari seluruh investasi yang dilakukan perseoran sampai 31 Agustus 2009.

"YoI kami sampai Agustus ini, jika dirata-rata 13,7%. Ini lebih tinggi dari bunga deposito (gross) pada institusi sebesar 8% atau 6% pada sektor ritel," tutur Direktur Investasi Jamsostek Elvyn Masassya sesaat setelah halal bihalal Jamsostek di Hotel Kartika Candra, Jakarta Kamis (1/10/2010).

Ia menerangkan, dari 13,7% yang tercatat, sumbangan terbesar ada di produk investasi saham, yaitu 19%. Sisanya terbagi ke produk investasi lain macam oblogasi dan deposito.

Pada akhir tahun 2009, Jamsostek berharap yield tetap berada di angka 13%. Pertimbangan ini didasarkan atas penurunan tingkat deposito perbankan dalam yang terjadi selama beberapa bulan kebelakang.

Berdasarkan laporan yang disampaikan direksi Jamsostek tercatat, sumbangan terbesar masih dipegang portofolio obligasi, sebesar Rp 2,9 triliun. Kemudian disusul Portofolio deposito Rp 1,8 triliun, dan saham senilai Rp 1,2 triliun. Sisanya terbagi pada portofolio reksadana, properti dan penyertaan, masing-masing Rp 110 milar, Rp50 miliar dan Rp 5 miliar.

Secara akumulatif, realisasi pendapatan investasi sampai Agustus 2009 sebesar Rp 6,1 triliun. Ini setara dengan 90% dari target anggaran pada tahun 2009. (dro/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads