Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Budi Rochadi ketika ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis malam (1/10/2009).
"Tadinya kita tidak tahu Robert Tantular. tapi waktu kita minta Bank Century mencari investor dan ada investor yang datang dan bingung siapa yang punya Bank Century, muncullah Robert Tantular dan Rafat Ali Rijvi dan mengaku punya 70% saham Century. Itu pada April 2008, jadi kita baru tahu pada April 2008, sebelum April 2008 nama Robert bersih," kisahnya.
Di tempat yang sama, Deputi Direktur Direktorat Pengawasan Bank I BI Heru Kristiyana mengatakan BI tidak tahu jika Robert Tantular menjadi pemegang saham Bank Century. "Bahkan saat kita teliti saham publik Century, kita tidak menemukan ada Robert Tantular di belakangnya," jelasnya.
Heru mengatakan, Robert Tantular tidak terdeteksi di Bank Century karena masuk lewat pasar modal dan BI hanya tahu Bank Century dimiliki Rafat.
Untuk diketahui data terakhir pemegang saham Bank Century sebelum diambilalih Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah:
- Clearstream Banking S.A Luxembourg 11,5%
- First Gulf Asia Holdings Limited (d/h Chinkara Capital Limited) 9,55%
- PT Century Mega Investindo 9%
- PT Antaboga Delta Sekuritas 7,44%
- PT Century Super Investindo 5,64%
- Lain-lain kurang dari 5% sebesar 57,21%.
Bahkan BI mengatakan, kasus L/C dan kredit fiktif Bank Century oleh Robert Tantular dilakukan pada akhir 2007 dan 2008 sehingga tidak bisa langsung terdeteksi oleh BI.
"Sebab posisi akhir pemeriksaan kita pada Maret 2007, jadi L/C dan kredit fiktif tidak langsung diketahui," kata Heru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Robert bebas untuk 2 dakwaan lain yakni pencairan deposito valas nasabah Bank Century tanpa izin, dan kedua mengucurkan kredit tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.
(dnl/qom)











































