BI Tak Pernah Ngotot Minta Bank Century Diselamatkan

BI Tak Pernah Ngotot Minta Bank Century Diselamatkan

- detikFinance
Jumat, 02 Okt 2009 11:07 WIB
BI Tak Pernah Ngotot Minta Bank Century Diselamatkan
Jakarta - Bank Indonesia (BI) tidak pernah ngotot minta Bank Century diselamatkan. BI hanya memberikan rekomendasi kepada Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) bahwa Bank Century adalah bank gagal yang bisa berdampak sistemik.

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur BI Budi Rochadi ketika ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis malam (1/10/2009).

"Siapa yang bilang kita ngotot Century diselamatkan? BI cuma bilang pada KSSK bank ini (Century) merupakan bank gagal dan bersifat sistemik," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, BI menegaskan adanya pembengkakan dana penyelamatan Bank Century hingga 10 kali lipat.

Hasil laporan sementara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap pembengkakan dana penyelamatan Bank Century hingga 10 kali lipat. Namun Bank Indonesia menegaskan, tidak ada pembengkakan biaya karena sejak awal BI merekomendasikan dana penyelamatan Bank Century yang besar.

"Dalam surat rekomendasi kami kepada KSSK) mengenai Bank Century, kami mengatakan dibutuhkan dana Rp 632 miliar untuk mengangkat kecukupan modal (CAR) Bank Century dan Rp 4,7 triliun untuk kebutuhan likuiditas, jadi dari awal memang  besar," tutur Deputi Direktur Direktorat Pengawasan Bank I BI Heru Kristiyana.
 
BPK dalam laporan interim dana penyelamatan Bank Century (BI) mengungkapkan dana penyelamatan membengkak 10 kali lipat dari Rp 632 miliar menjadi Rp 6,7 triliun.
 
Heru mengungkapkan, BI dalam rekomendasinya ke Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) mengatakan kebutuhan dana tersebut akan meningkat seiring memburuknya keadaan bank tersebut pasca bailout.
 
Rekomendasi ini disampaikan kepada KSSK pada saat rapat KSSK yang dipimpin Menteri Keuangan Sri Mulyani yang akhirnya menelurkan keputusan pengambilalihan Bank Century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Kamis 20 November 2008. Pemerintah sebelumnya memutuskan untuk mengambil alih Bank Century pada 21 November 2009.
 
"Jadi tidak benar kalau dibilang data kami tidak akurat, dari awal kami bilang jumlah dananya minimal sebesar itu (Rp 5,3 triliun)," tandas Heru.
 
Sementara Budi mengatakan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memang mencicil terus dana ke Century karena untuk memenuhi likuiditas Century sampai mencapai Rp 6,7 triliun.

"Setiap penyelamatan bank si penyelamat harus menaruh duit untuk likuiditas," imbuhnya.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads