Bank Century Warisi Aset Busuk Bank CIC dan Bank Pikko

Bank Century Warisi Aset Busuk Bank CIC dan Bank Pikko

- detikFinance
Jumat, 02 Okt 2009 12:50 WIB
Bank Century Warisi Aset Busuk Bank CIC dan Bank Pikko
Jakarta - Sejak awal dibentuk dari hasil merger 3 bank yaitu Bank Danpac, Bank CIC, dan Bank Pikko, Bank Century sudah mewariskan aset-aset busuk bawaan Bank CIC dan Bank Pikko.
 
Demikian dikatakan Deputi Direktur Direktorat Pengawasan Bank I BI Heru Kristiyana ketika ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis malam (1/10/2009).
 
"Bank Danpac itu bagus, sementara Bank CIC dan Bank Pikko bermasalah. CIC mempunyai surat berharga tak berperingkat, sementara Pikko mempunyai kredit-kredit busuk, jadi terbawa ke Bank Century," jelasnya.
 
Awalnya, pengawas BI meminta ketiga bank ini untuk menambah modal atau melepas aset-aset busuknya. Namun BI akhirnya mendorong agar 3 bank ini merger karena kepemilikannya sama.

"Supaya gampang mengawasinya," imbuh Heru.
 
Namun ternyata pada saat merger masalah-masalah CIC dan Pikko terbawa terus ke Bank Century. Modal Bank Century awalnya minus karena US$ 203 juta surat berharga tak berperingkat dan kredit tidak lancar yang nilai keseluruhan kurang lebih US$ 220 juta.
 
"Kami minta pemiliknya menjamin sebesar US$220 juta, kemudian pemiliknya dulu menyediakan dana cash US$ 220 juta, sehingga menurut aturan BI semua surat berharga dan kredit menjadi lancar," jelas Heru.
 
Dijelaskan Heru, pemilik Century terus menjalankan komitmennya untuk membayar surat-surat berharga yang jatuh tempo lewat jaminanya tersebut.

"Tapi mereka gagal di Oktober 2008, saat krisis terjadi," imbuhnya.
 
Dari situlah Bank Century mulai bermasalah dengan likuiditas, sementara BI belum mengetahui ada tindak kejahatan yang dilakukan Robert Tantular di belakangnya. Sehingga BI menjadikan Bank Century sebagai bank dalam pengawasan khusus dan mengucurkan FPJP (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek) yang berujung pada bailout Century.
 
"Jadi penyelamatan Century ini justru merugikan Robert Tantular, karena kita menjadi tahu segala tindak kejahatannya," kata Deputi Gubernur BI Budi Rochadi di tempat yang sama.



(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads