Demikian dikatakan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D Hadad dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (02/10/2009).
"Pertumbuhan kredit dalam dua bulan terakhir sudah cukup besar, secara overall sudah mencapai 11 persen," ujar Muliaman.
Ia mengatakan, biasanya pada akhir bulan yakni Oktober, November dan Desember, ada target-target tersendiri yang harus dipenuhi bank agar pertumbuhan kredit meningkat.
"Tapi memang untuk mencapai target perbankan nasional yang pada awal tahun diproyeksikan 15 persen, bukan tidak mungkin tercapai, tapi memang mungkin agak berat," ungkap Muliaman.
Dikatakan Muliaman, saat ini masih ada waktu 3 bulan lagi. "Memang dalam minggu-minggu terakhir ini kredit tumbuh sekitar Rp 7 triliun sampai Rp 8 triliun per minggunya. Tapi memang selalu berfluktuasi atau berubah-ubah tiap minggunya," katanya.
Sementara itu, di tempat yang sama Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Halim Alamsyah menegaskan pertumbuhan kredit yang mencapai Rp 7 triliun sampai Rp 8 triliun per minggu merupakan kenaikan yang sangat cepat.
"Kenaikan yang cepat tersebut karena permintaan akan kredit terus naik, proyek-proyek kembali berjalan serta kondisi ekonomi yang juga mulai pulih," jelasnya.
Terkait terjadinya Gempa di Padang, Halim mengatakan hal tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap pertumbuhan kredit perbankan nasional.
"Dibandingkan secara nasional, pertumbuhan kredit di Sumatera Barat hanya mencapai 1,1 persen dari total kredit nasional, jadi kecil sekali pengaruhnya," tandasnya.
(dru/dnl)











































