Mereka yang tergabung di G-24 berasal dari negara-negara berkembang seperti di Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah ataupun Asia. Mereka menginginkan adanya komitmen politik untuk mengalihkan 7% kuota saham IMF dari negara kaya kepada negara berkembang.
Keinginan ini lebih besar jika dibandingkan dengan yang dimaui oleh kelompok G-20, dalam kesepakatan di Pittsburgh, AS kemarin. G-20 menginginkan pergesaran kuota saham 5% IMF, yang selama ini di dominasi oleh Eropa dan AS.
G-24 pun menginginkan anggotanya bergabung di forum G-20, agar aspirasi dari negara berkembang dapat terwakili.Β Anggota-anggota G-24 seperti Iran, Nigeria, Kolombia dan Filipina, belum masuk ke dalam forum G-20.
"Persebaran kuota yang ada, tidak lantas mengorbankan negara-negara berkembang lainnya. Semua harus didasarkan pada rumusan kuota yang baru agar tidak terjadi bias terhadap negara-negara berkembang. Ini juga termasuk, tidak mencerminkan potensi sumber dana," kata Ketua G-24 Adib Mayaleh yang juga menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Suriah,Β yang dikutip dari Reuters (3/10/2009).
G-24 selalu menyerukan perlunya penyesuaian baru, atas hak IMF. Ini penting untuk bangkitnya negara-negara G-24 dalam perekonomian dunia.
(dro/dro)











































