Dalam pertemuan di Istambul Turki Sabtu (3/10/2009), seperti dikutip dari Reuters, G7 menegaskan, untuk mengatasi krisis keuangan global perlu peran negara yang pertumbuhan ekonomi pesat, yaitu Cina.
Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G7 menjelaskan, Cina harus mengontrol secara ketat peningkatan mata uang mereka. Ini dimaksudkan untuk membantu memperbaiki ketidakseimbangan dalam perdagangan global. Ketidakseimbangan inilah yang memicu krisis keuangan.
"Kami menyambut baik komitmen Cina untuk menjadikan nilai tukar mereka bergerak ke arah yang lebih fleksibel. Pergerakan ini sangat efektif untuk membantu keseimbangan pertumbuhan di Cina dalam perekonomian dunia," ujarnya.
Namun Cina masih tetap bertahan untuk membebaskan pergerakan Yuan, yang mengakibatkan tertekannya mata uang dollar sejak terjadinya krisis keuangan global pada Juli 2008.
Keengganan Cina akan seruan negara-negara G7 terlihat pada pertemuan Sabtu (3/10/2009) lalu.
(dro/dro)











































