Salah satu informasi yang membuat nasabah gemas adalah pernyataan manajemen bahwa mereka baru bisa membayar dana nasabah produk Diamond Investa pada tahun 2011.
"Beberapa hari lalu dikatakan oleh Ketua Bapepam-LK bahwa Pak Timoer (Direktur Utama Bakrie Life) baru akan menyelesaikan pelunasan dana para nasabah hingga tahun 2011. Ini akan membuat para nasabah tidak akan tahan menunggu. Nasabah butuh uangnya sekarang," ujar seorang nasabah Bakrie Life kepada detikFinance, Minggu (4/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengapa bukan oleh Pak Timoer sendiri, nasabah menuntut kejelasan dari pihak manajemen. Sekarang sudah 1 minggu lebih lewat dari press conference Bakrie Life yang mengatakan akan mendapat dana talangan Rp 500 miliar namun hingga saat ini tidak ada respons atau tindakan apa-apa dari Bakrie Life kepada nasabah," papar nasabah yang tak mau disebut namanya tersebut.
Ia mengutarakan, dalam Press Conference Bakrie Life beberapa hari yang lalu, dikarakan akan ada dana talangan sebesar Rp 500 miliar dari Bakrie and Brothers (BNBR). Namun nyatanya BNBR juga menyangkal.
"Kebohongan apalagi yang Bakrie Life lakukan? manuver apa lagi? Apa ini usaha mereka untuk menenangkan nasabah? Bakrie Life telah melakukan pembohongan kepada publik dimana manajemen telah menyampaikan berita yang tidak benar. Nasabah sudah capek bila harus menghadapi janji-janji palsu Bakrie Life," tegas nasabah tersebut.
Memang, lanjut nasabah tersebut, bunga yang tertunggak sampai bulan September 2009 ini sudah dibayarkan, namun sama sekali belum ada kejelasan tentang dana pokoknya.
"Usaha nasabah untuk menghubungi Pak Timoer atau karyawan Bakrie Life sendiri lainnya sangat susah," katanya.
Dikatakannya, bila memang skema yang akan dilakukan baru akan menyelesaikan pengembalian dana nasabah pada tahun 2011, berarti perkataan Pak Timoer yang mengatakan bahwa Bakrie Life memiliki dana untuk solvabilitas tidaklah benar.
"Jika benar dana tersebut yang merupakan dana talangan Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) maka dana tersebut bukanlah dana tunai, tidaklah liquid dan hanya berupa surat hutang. Dan bisa dibilang tidaklah berharga karena surat utang tersebut bukanlah surat utang yang bisa diperjualbelikan begitu saja dan mungkin saja tidak dijamin oleh Depkeu," ungkapnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa semakin jelaslah niatan Bakrie Life bukannya tidak bisa bayar, tapi tidak mau bayar.
"Bagaimana bila nanti 2010 atau 2011 Pak Timoer tidak lagi ada di Bakrie Life, siapa yang akan bertanggung jawab terhadap dana nasabah? Bagaimana bila Bakrie Life berganti nama, seperti kasus Bank Century, nasabah akan semakin dirugikan karena Bakrie pada akhirnya sudah cuci tangan akan kasus ini," jelasnya.
Nasabah mengharapkan agar Bapepam-LK dapat bijaksana dalam melakukan tindakan-tindakan yang akan berdampak pada Bakrie Life, jangan sampai. Bapepam menyetujui rencana BL merubah direksi, merubah kepemilikan saham dan merubah nama perusahaan.
"Nasabah sekarang menuntut agar Bakrie Life pro aktif dan bukannya diam-diam saja, pertemuan dengan nasabah perlu segera dilakukan. Dan harus menghasilkan suatu solusi yang konkrit, masuk akal dan manusiawi bagi nasabah," tandasnya.
Manajemen, lanjutnya, mestinya dapat melihat bahwa kasus ini akan sangat berdampak pada kepercayaan rakyat terhadap Bakrie.
(dru/qom)











































