Menurut Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, saat ini posisi subdebt perusahaan pelat merah itu masih berada di posisi nol, jadi masih ada kesempatan untuk menerbitkan surat utang tersebut.
"Sudah ada tawaran dari 2-3 investor dari Asia," katanya usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (5/10/2009).
Pada kesempatan yang sama, Direktur International dan Treasury Bien Subiyantoro mengatakan perseroan masih mengkaji rencana penerbitan subdebt tersebut. Pasalnya, subdebt itu biayanya lebih tinggi daripada dana pihak ketiga (DPK).
Penerbitan obligasi itu juga diperkirakan bakal mengurangi posisi modal perseroan. Saat ini posisi rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BNI itu berada di atas 14 persen.
"Kalau keluarkan subdebt CAR kita bisa turun di bawah 14 persen. Kita kan ingin maintenance di atas 14 persen," ucapnya.
(ang/dnl)











































