Demikian dikatakan oleh Direktur Mutiara, Ahmad Fajarprana dalam konferensi pers rebranding Bank Mutiara di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (05/09/2009).
"Sampai dengan bulan September 2009, laba Mutiara telah mencapai Rp 237,3 miliar yang disokong dari pendapatan bunga dan fee based income ," jelasnya.
Ahmad mengatakan, dalam 3 bulan ke depan laba bank Mutiara akan bertambah sekitar Rp 20 miliar sampai Rp 30 miliar.
"Selain itu kita optimistis NPL (rasio kredit bermasalah) akan turun di bawah 5 persen," ujar Ahmad.
Ahmada menjelaskan bahwa 80 persen nasabahnya bergerak di money changer sehingga fee based income tumbuh cukup besar dari segmen tersebut.
"Ditambah saat ini aset Bank Mutiara mengalami kenaikan dari Rp 5,7 triliun per Desember 2008 menjadi Rp 7,042 triliun per Agustus 2009," tuturnya.
Sampai dengan akhir Agustus 2009, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 15,68 persen menjadi Rp 5,0 triliun dari Rp 5,1 triliun pada Juni 2009. "Selama Juni sampai dengan September 2009 Bank Mutiara telah mengucurkan kredit senilai Rp 700 miliar," tandasnya.
(hen/dnl)











































