Salah satu kemudahan yang diberikan antara lain menurunkan suku bunga dan memperpanjang jangka waktu peminjaman.
"Ide itu sudah ada di kami tetapi perlu koordinasi dengan lembaga terkait, seperti ada moratorium," kata Menteri Negara Perumahan Rakyat Mohammad Yusuf Asy'ari pada jumpa pers di acara Standarisasi KPR BPD se-Indonesia di hotel Sanur Paradise, Sanur, Denpasar, Rabu (7/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita data dulu berapa rumah hancur yang dulu dibangun dari kredit," ujarnya.
Besaran bantuan kemudahan KPR yang bakal dikucurkan, menurut Yusuf tergantung dari banyaknya korban serta dampak kerusakan akibat gempa.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Winny Erwindia menjelaskan, BPD Nagari di Sumbar siap mengucurkan KPR bagi para korban Gempa.
KPR diberikan dengan berbagai kemudahan, yaitu menurunkan suku bunga, memperpanjang jangka waktu peminjaman, serta tidak membayar uang pokok serta bunga sampai pendataan ulang korban dan kerusakan gempa selesai dilakukan.
Hanya saja ia belum bisa menjelaskan besar penurunan suku bunga yang bakal diterapkan bagi nasabah korban gempa. "Kita masih mendata tingkat kerusakan. Besarnya suku bunga sangat variatif," ujarnya.
Sebelum mengucurkan KPR bagi korban gempa, Winny menjelaskan, pihaknya perlu mengetahui kondisi ekonomi dan psikologis para nasabah.
"Dari segi finasial mereka masih bermasalah dan dari segi psikologis tidak mudah membangkitkan mereka. Kalo tidak ada kemudahan justru akan memberikan tekanan pada nasabah," ungkap Winny.
(gds/ang)











































