Jamsostek Targetkan Dana Kelolaan Rp 80 Triliun di 2009

Jamsostek Targetkan Dana Kelolaan Rp 80 Triliun di 2009

- detikFinance
Rabu, 07 Okt 2009 15:35 WIB
Jamsostek Targetkan Dana Kelolaan Rp 80 Triliun di 2009
Jakarta - PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) targetkan dana kelolaannya akan mencapai Rp 80 triliun sampai dengan akhir tahun 2009. Sampai dengan bulan September 2009, dana kelolaan Jamsostek telah mencapai Rp 75 triliun.

Demikian dikatakan oleh Direktur Utama Jamsostek, Hotbonar Sinaga ketika ditemui dalam acara launching buku Faisal Basri di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (07/10/2009).

Ia juga mengatakan perseroan akan menurunkan porsi penempatan dana investasi di deposito dengan memindahkan ke instrumen obligasi.

"Dana kelolaan sebesar Rp 75 triliun saat ini ditempatkan di deposito sebesar 30 persen, pasar saham 15 persen, di obligasi kurang dari 50 persen, kemudian reksdana 3 persen sampai dengan 4 persen dan sisanya properti dan investasi langsung (direct investment )," papar Hotbonar.

Dikatakan Hotbonar, sampai dengan bulan September 2009 dana di deposito mencapai Rp 22 triliun sampai Rp 23 triliun. "Dari dana deposito tersebut akan dipindahkan sebesar Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun pada emisi obligasi. Baik swasta, IPO-IPO, termasuk IPO Bank BTN, emisi Pupuk Kaltim dan surat berharga syariah negara (SBSN)," katanya.

Hal ini menurut Hotbonar dilakukan karena perseroan menginginkan penambahan portofolio dana investasi di obligasi hingga mencapai 50 persen dari total seluruh dana investasi.

Selebihnya, lanjut Hotbonar, khusus penempatan dana di deposito tetap akan diperpanjang seperti awal dan kita juga telah mengikuti kesepakatan 14 bank yang menurunkan bunga deposito menjadi 8 persen.

"Kami sudah mengikuti juga kesepakatan tersebut, Jamsostek juga menginginkan suku bunga pinjaman rendah karena depostio yang juga rendah. Karena jika bunga kredit rendah dengan cepat akan menggerakan sektor riil," jelasnya.

Perseroan pada tahun 2010 juga akan bekerjasama dengan anak perusahaan Asian Development Bank (ADB) yaitu Islamic Coorporate Development (ICD) untuk membentuk Jamsostek Investment Company.

"Kita telah mengundang konsultan raksasa untuk membuat visibility study prospek Jamsostek Investment Company ini, seperti Pricewaterhousecoopers dan Boston Mckenzie. Dalam pertengahan bulan ini akan ditunjuk pemenangnya," ujar Hotbonar.

Melalui Jamsostek Investment Company ini,Hotbonar berharap portofolio investasi penempatan dana langsung (direct investment ) akan meningkat.
(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads