"Kalau yang ditumbuhkan hanya kredit konsumsi maka pertumbuhan ekonominya juga tidak berkualitas," ujar Ketua Kadin, MS Hidayat di sela acara Papuan Investment Day, di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (8/10/2009).
Menurut Hidayat, mulai tahun depan perbankan nasional harus meningkatkan komitmennya dalam penyaluran kredit di sektor riil seperti manufaktur, infrastruktur dan ketahanan pangan. "Untuk tahun depan pengusaha butuh itu," ungkapnya.
Hidayat mencontohkan, kredit yang diberikan perbankan untuk industri pengolahan hingga saat ini masih sangat kecil, padahal jika itu ditingkatkan, maka nilai tambah barang secara otomatis juga meningkat sehingga pengusaha tidak mengekspor barang mentah tapi barang jadi.
"Bank harus berkomitmen terhadap itu, supaya ke depan industri pengolahan berkembang di seluruh Indonesia," paparnya.
Hidayat menyatakan, saat ini pihaknya sedang menyusun matriks untuk mengetahui sektor-sektor mana yang layak untuk mendapatkan prioritas penyaluran kredit, berapa besar kontribusi sektor-sektor tersebut terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan apa saja kendalanya serta bagaimana regulasinya.
"Akhir bulan ini kami akan berdialog mengenai hal ini dengan pemerintah baru," tandasnya
(epi/dnl)











































