BTPN Dapat Suntikan Dari IFC US$ 70 Juta

BTPN Dapat Suntikan Dari IFC US$ 70 Juta

- detikFinance
Kamis, 08 Okt 2009 17:25 WIB
BTPN Dapat Suntikan Dari IFC US$ 70 Juta
Jakarta - Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mendapat suntikan dana dari Internasional Finance Corporation (IFC) sebesar US$ 70 juta. Dana ini digunakan untuk meningkatkan akses pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Perjanjian pemberian dana tersebut dilakukan di Istanbul, Turki pada 4 Oktober 2009 di hadapan Fuad Rahmany sebagai wakil dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. Perjanjian ini juga telah mendapat persetujuan Bank Indonesia (BI).

Menurut Country Manager Indonesia IFC Adam Sack bantuan dana tersebut untuk memerangi kesmiskinan dan untuk meningkatkan kesejahteraan karena selama ini penduduk Indonesia masih mengalami kesulitan akses dalam pencairan modal untuk UKM. Baru sekitar 45% penduduk Indonesia yang mendapatkan akses pelayanan pinjaman formal.

"Kami sangat senang dengan adanya kerjasama ini karena dapat membantu masyarakat dalam kelancaran akses pelayanan pinjaman formal," ujar Sack dalam jumpa pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (8/10/2009).

Paket pendanaan dari IFC terdiri dari pinjaman sebesar US$ 15,9 juta yang akan dikonversikan ke dalam saham dan US$ 54,1 juta berupa senior loan. Sebagai bagian dari kesepakatan, IFC juga akan membantu BTPN meningkatkan dana dalam 3 tahun ke depan. Dana ini akan turun sesuai dengan kebutuhan BTPN.

Menanggapi penandatanganan bantuan dana tersebut, Direktur Utama BTPBN Jerry Ng menyatakan pihaknya sangat menerima baik bantuan dana yang bersifat jangka panjang tersebut.

Apalagi dari 7 lembaga keuangan yang telah bekerjasama dengan IFC, baru BTPN yang khusus mendapatkan dana untuk ekonomi mikro. IFC menganggap BTPN sebagai partner yang tepat untuk ekonomi mikro ini.

"Saya senang sekali dianggap partner yang paling tepat oleh IFC untuk urusan mikro finance sehingga kita menjadi lembaga ke-8 yang bekerjasama dengan IFC," ujar Jerry bangga.

Jerry menambahkan sampai saat ini permasalahan di ekonomi mikro adalah sulitnya akses masyarakat terutama di pedesaan untuk mendapatkan bantuan modal bagi usahanya. Akhirnya, mereka meminjam ke sektor informal seperti rentenir.

Hal ini sangat merugikan masyarakat karena sektor ini memberikan bunga yang sangat besar. BTPN sedang mengusahakan untuk menjangkau masyarakat dengan pendapatan rendah dan UKM lebih luas dengan bungan 1-1,8%, tergantung jaminan dan risiko nasabah.

"Bunga lending kita itu variatif tergantung nasabah. Namun, bunga itu sekitar 1-1,8%,"ujar Jerry.

Jerry menjelaskan untuk bisnis perbankan yang menjangkau masyarakat berpendapatan rendah seperti ini memang tidak bisa mengharapkan keuntungan jangka pendek. Sekitar 3-4 tahun baru bisa mencapai tingkat yang besar dan melihat keuntungan. Namun, masih banyak bank yang hanya berpikir pada keuntungan jangka pendek dengan mengejar para nasabah besar dengan pinjaman besar.

"Kami memiliki paradigma terbalik dengan bank-bank lain. Kalau yang lain mengharapkan 1 nasabah dengan pinjaman Rp 5 miliar, sedangkan kami mengejar 200-400 nasabah untuk jumlah pinjaman sebesar itu," jelas Jerry.

Kurangnya bank yang fokus terhadap ekonomi mikro, jelas Jerry, karena adanya persepsi bahwa nasabah kecil ini banyak yang nakal. Padahal, mereka itu lebih apresiatif karena mereka berpikir jika mereka nakal maka mereka tidak akan dapat pinjaman aman. Mereka harus kembali ke rentenir atau ijon.

Dengan paradigma seperti itu, BTPN telah memiliki 70 ribu nasabah baru yang tersebar di 400 cabang baru khusus ekonomi mikro. Sebanyak 91% dari nasabah tersebut tidak memiliki sejarah kredit sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Per Juni 2009, BTPN memiliki aset sebesar Rp 18,2 triliun dengan CAR mencapai 23,3%, dan NPL terendah (0,55% gross). Pertumbuhan kredit per Juni 2009 telah mencapai 16% dan ditargetkan akan mencapai 35% pada akhir tahun ini.

"Kami optimis, BTPN dapat mencapai 35% untuk pertumbuhan kredit pada akhir tahun karena pertumbuhan di bidang ini cukup cepat. Per 6 bulan ini saja kita telah menyalurkan 21% untuk kredit," jelas Jerry yakin.

Direncanakan BTPN akan mencari bantuan dana (funding ) dengan badan lain. Namun, rencana itu akan disesuaikan dengan waktu yang tepat.
(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads