"Sangat naif jika BI mengatakian tidak tahu dan tidak ada kaitannya, dan sangat naif juga kalau orang-orang BI tidak mengetahui persoalan BI apalagi Boediono," ujarnya dalam diskusi skandal Bank Century di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (08/10/2009).
Fadhil juga mengatakan, Sri Mulyani sebagai ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) teledor dalam menentukan penyelamatan Bank Century tanpa data-data yang akurat.
"KSSK tidak gunakan info yang utuh dan tidak jelas, sebelum info lengkap sudah dilakukan pengawasan. Menurut KSSK yang diketuai Sri Mulyani Indonesia sedang krisis saat itu," ujarnya.
Polemik kasus Bank Century menurut Fadhil harus dibeberkan kepada publik karena menyangkut dana masyarakat serta memiliki dampak ekonomi politik Indonesia ke depan.
"Skandal Bank Century merupakan sebuah kejahatan perbankan. Kasus ini belum sepenuhnya dibuka ke publik dan masih hanya berupa dugaan-dugaan sementara," ujarnya.
Menurut Fadhil, hal ini akan berdampak kepada sektor ekonomi dan politik dikarenakan adanya dugaan pihak yang akan menduduki jabatan penting pada pemerintahan periode lima tahun mendatang.
"Ini perlu dibuka agar kita mengetahui apakah kasus ini diskenariokan atau tidak," tuturnya.
(dru/dnl)











































