Pelantikan Boediono Harus Ditunda, Sri Mulyani Dinonaktifkan

Kasus Century

Pelantikan Boediono Harus Ditunda, Sri Mulyani Dinonaktifkan

- detikFinance
Kamis, 08 Okt 2009 20:01 WIB
Pelantikan Boediono Harus Ditunda, Sri Mulyani Dinonaktifkan
Jakarta - Pelantikan Wakil Presiden terpilih Boediono harus ditunda terlebih dahulu sebelum diperiksa terkait Bank Century, dan Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani harus dinonaktifkan dari jabatannya agar bisa diperiksa lebih lanjut.

Boediono terseret kasus bailout atau penyelamatan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun tersebut ketika dirinya menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. Sementara Sri Mulyani berperan sebagai Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) yang memutuskan penyelamatan Bank Century.

Demikian dikatakan oleh mantan menteri keuangan Fuad Bawazier dalam diskusi publik skandal Bank Century di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (08/10/2009).

"Harusnya Pak Boed (panggilan akrab Boediono) jangan dilantik dahulu sebelum kasus hukumnya tuntas," ujar Fuad.

Boediono dan Sri Mulyani, menurut Fuad diindikasikan turut bertanggung jawab atas mengucurnya dana sebesar Rp 6,7 triliun yang digunakan untuk menyelamatkan Bank Century berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Mereka harus bertanggung jawab dan setidaknya harus non aktif atau mengundurkan diri dulu," ucapnya.

Fuad juga mengatakan bahwa kasus Bank Century ini disinyalir akan menjadi kasus BLBI jilid II. "Ini kan jelas BLBI jilid II, karena bank sudah bobrok tidak memenuhi syarat dipaksakan supaya memenuhi syarat terlebih dahulu seperti BLBI I," paparnya.

Jika BLBI I, lanjut Fuad, krisis moneter dijadikan sebuah alasan untuk digelontorkannya dana BI, sedangkan Century juga karena krisis global yang jika ditutup akan berdampak sistemik. "Itu bukan krisis, bank itu sudah bobrok dari dulu," kata Fuad.

Fuad juga menegaskan Boediono merupakan dalang dari kedua kasus tersebut. "Pelakunya sih masih sama, itu-itu juga. Dulu saat BLBI I, Boediono juga termasuk yang harus ditindaklanjuti berdasarkan laporan BPK," tuturnya.

"Soal Indover saja, Boediono datang ke DPR menakut-nakuti kalau Indover tidak ditolong maka BI bisa dianggap bangkrut oleh dunia Internasional. Seolah-olah sudah mau kiamat saja," tambahnya.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads