Demikian disampaikan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Halim Alamsyah ketika ditemui di kantornya, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat(9/10/2009).
"Saya kira bank akan lebih agresif tahun depan. Ini berdasarkan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Dewan Gubernur. Kemungkinan berada di angka 17 persen (2010), itu perkiraan awal tapi kemungkinan lebih besar dari 17 persen" ujarnya.
Halim mengatakan, pertumbuhan kredit juga disinyalir akan lebih cepat di tahun depan dibandingkan dengan tahun ini yang melambat. Namun Halim tidak menjelaskan faktor-faktor yang membuat kredit tumbuh lebih cepat.
"Kredit akan tumbuh lebih cepat, itu besar sekali kemungkinannya karena tahun ini agak melambat. Namun kalau mengejar (pertumbuhan kredit) lebih tinggi, maka risikonya akan lebih tinggi juga," jelasnya.
Dari bulan Agustus 2009, lanjut Halim, kredit terus bertambah perbulannya mencapai rata-rata Rp 25 triliun. Halim mengatakan data pertumbuhan kredit untuk bulan September 2009 belum dapat dilihat karena banyak hari libur.
Untuk diketahui BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 sebesar 5-5,5 % atau lebih besar dibandingkan dengan perkiraan tahun 2009 sebesar 4-4,5%.
BI berpendapat proyeksi pertumbuhan ekonomi 2010 sejalan dengan akselerasi pertumbuhan ekspor seiring dengan prakiraan pulihnya perekonomian global dan masih kuatnya konsumsi swasta.
(dru/dnl)











































