Demikian dikatakan oleh General Manager Konsumer BNI, Diah Sulianto ketika ditemui wartawan di Kantor Menpera, Jakarta, Selasa (13/10/2009).
"Selama tahun 2008, outstanding kredit KPR BNI Griya mencapai sebesar Rp 7 triliun. Untuk tahun ini, sampai bulan September 2009 KPR BNI Griya sudah mencapai Rp 7,8 triliun," ungkapnya.
Ia mengatakan sampai akhir tahun BNI optimis dapat menyalurkan kredit sebesar Rp 9 triliun untuk KPR Griya. "Hal ini dikarenakan kondisi perekonomian yang baik dan sudah kembali normal, ditambah interest rate yang juga semakin turun, dan para developer (pengembang) juga mulai berekspansi," paparnya.
Dikatakan Diah, usuku bunganya yang ditawarkan BNI sebesar 11 persen untuk yang non subsidi. "Namun jika melalui developer seperti BSD kemudian Duta Wijaya dan ribuan pengembang yang bekerjasama dengan kita, maka kita berikan bunga 8 persen," jelasnya.
Saat ini portofolio KPR BNI Griya sebanyak 75.000 nasabah. Diah mengatakan untuk KPR sedehana, yang harganya sebesar Rp 50 juta ke bawah sekitar 18.500 nasabah dan untuk nasabah bersubsidi yang bekerjasama dengan Kementerian Negara Perumahan Rakyat, BNI juga telah menyalurkan KPR bersubsidi untuk 3.400 unit rumah (posisi Agustus 2009).
Selain KPR, untuk Kredit Kendaraan Bermotor, Diah mengatakan sudah sesuai target. "Outstanding -nya mencapai Rp 4,5 triliun. Itu sebagian besar semua dari channeling ," katanya.
(dru/dnl)











































