Kerjasama ini juga difasilitasi oleh PT Panca Setia Bhakti, sebagai salah satu sister company dari sebuah perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI).
Melalui kerjasama ini, BNI dan Perumas memberikan fasilitas pembiayaan perumahan bagi pekerja migran yang telah diseleksi dan direkomendasikan PT Panca Setia Bhakti untuk perumahan-perumahan yang disediakan oleh Perum Perumnas.
Direktur Konsumer BNI, Darwin Suzandi mengatakan kerjasama ini merupakan peluang BNI untuk meningkatkan penyaluran KPR BNI Griya terutama di kalangan pekerja migran Indonesia.
Sebelumnya, BNI juga telah memiliki program khusus dalam penyaluran kredit perumahan bagi pekerja migran Indonesia ini. Sekitar 2 tahun yang lalu, di BNI Cabang Hong Kong, BNI meluncurkan produk BNI Griya yang didesain khusus bagi kalangan pekerja migran. Dengan memanfaatkan jaringan yang luas, baik di dalam negeri dan luar negeri, BNI membuat skema kredit perumahan yang dapat dicicil dengan mudah dari gaji para pekerja migran.
"Namun dengan kerjasama kali ini, kami optimis penyaluran fasilitas kredit perumahan bagi para pekerja migran akan menjadi lebih optimal karena didukung oleh pihak-pihak yang kompeten, seperti Perum Perumnas dan PT Panca Setia Bakti," kata Darwin dalam acara penandatanganan
Direktur Perum Perumnas Himawan Arief mengatakan khusus untuk TKI Hong Kong, kerjasama ini akan ditargetkan 10.000 rumah dibangun di beberapa lokasi dan kota di Jawa Timur.
"Ini merupakan langkah awal dalam penyediaan perumahan rakyat bagi para pekerja migran Indonesia di berbagai negara yang dimulai dari TKI yang berada di Hong Kong," jelasnya.
Dikatakan Himawan 10.000 rumah tersebut akan akan tersebar di beberapa lokasi Jawa Timur. "Untuk tahap pertama sebanyak 2.000 rumah di daerah Malang, Madiun, Kediri dan Blitar," tuturnya.
Himawan menambahkan TKI di Hong Kong potensinya 150.000 orang dengan 70 persennya berasal dari Jawa Timur dengan penghasilan Rp 4,5 triliun sampai Rp 6 juta per bulan.
"Pembangunan perumahan TKI ini merupakan program perlindungan dan kesejahteraan bagi para TKI target tersebut akan direalisasikan pada bulan April 2010,"
jelasnya.
Di tempat yang sama, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Muhammad Yusuf Asyari mengatakan program ini masih baru dan sangat baik karena menyediakan perumahan khusus untuk TKI. "Bila TKI bisa difasilitasi dengan sangat baik, kita harapkan dapat dukungan dari BNP2TKI," ungkapnya.
(dru/dnl)











































