Demikian disampaikan Direktur Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin dalam Acara Penandatanganan Komitmen Bersama untuk meluncuran Produk Tabunganku dan jargon 3 P di gedung BI, Jakarta, Rabu (14/10/2009).
"Dari data BI, ada 138 juta potensi nasabah tabungan di selruh Indonesia dan baru 58 juta sudah memiliki tabungan, sisanya sebanyak 80 juta nasabah berpotensi besar untuk ikut produk TabunganKu," papar Budi yang ditunjuk BI untuk memaparkan produk tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Potensinya ada Rp 20 triliun dana masyarakat, segmennya menghasilkan income yang tetap dari gaji. Selain itu nasabah dengan pendapatan dari usaha yakni mencapai Rp 70 triliun. Jadi total dana yang berpotensi dapat diperoleh mencapai Rp 90 triliun.
Budi pun memaparkan sejumlah keunggulan TabunganKu, diantaranya adalah berbiaya rendah, yang ditujukan menarik minat nasabah.
"Selain itu TabunganKu mempunyai model sales and servis sehingga sangat dekat dengan nasabah yang jumlahnya banyak dan tersebar. Yang ketiga yakni sederhana dan mudah," katanya.
Ditempat yang sama perwakilan Pokja Edukasi Perbankan, Widya darmawan mengatakan di Indonesia memang saat ini belum ada tabungan secara bersama-sama.
"Kalau dulu ada Tabanas, sekarang TabunganKu, dan Ini merupakan program pokja edukasi masyarakat perbankan dan dapat meningkatkan budaya menabung," jelasnya.
Widya menjelaskan TabunganKu adalah tabungan perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan.
"TabunganKu juga tanpa biaya administrasi bulanan. Masyarakat dapat menabung dengan setoran awal Rp 20.000 dan bunga dihitung berdasaarkan saldo harian yang tidak prograsif. TabunganKu juga bebas biaya penggantian buku, lembar statemen gratis," paparnya.
(dru/qom)











































