Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mutiara Maryono ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia (BI), Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (15/10/2009).
"Kalo mereka punya komitmen kuat kenapa tidak dari dulu, yang jelas keterpurukan Century dari pemilik lama Rafat, Tantular, dan Hashem. Kita mending cari investor lain yang lebih baik, kan bank kita sudah sehat," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah ada beberapa investor yang melakukan pendekatan, tapi saya tidak bisa mengatakan lokal atau asing," ujarnya.
Mantan pemilik Bank Mutiara, Rafat Ali Rizvi muncul ke media baru-baru ini. Dalam kesempatan wawancaranya dengan sejumlah media, Rafat yang berbicara di Singapura itu mengaku berniat untuk membeli lagi Bank Mutiara. Bahkan sudah ada investor dari Timur Tengah yang menyediakan dananya untuk membeli Bank Mutiara.
(dnl/qom)











































