BI Rate Bakal Fluktuatif di 2010

BI Rate Bakal Fluktuatif di 2010

- detikFinance
Kamis, 15 Okt 2009 18:50 WIB
BI Rate Bakal Fluktuatif di 2010
Jakarta - ING memprediksi level suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) akan bergerak fluktuatif pada tahun 2010 seiring dengan laju inflasi yang diperkirakan masih tinggi di awal tahun, baru kemudian turun di pertengahan tahun.

"Kami berharap bank sentral akan menaikan bunga pada awal 2010. Ini sekaligus menjadi tantangan bagi kinerja saham ke depan," ujar Kepala Riset dan Ekonom ING Wholesale Banking Asia, Tim Condon dalam penjelasan melalui telepon, Kamis (15/10/2009).

Menurutnya, inflasi jangka pendek yang terjadi dalam 18 bulan terakhir menyebabkan harga-harga komoditas bergerak naik. Dampaknya adalah kenaikan inflasi. Karena faktor tersebut, para investor mengharapkan BI selaku bank sentral menaikkan BI Rate sebagai perimbangan dari laju inflasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Tim mengatakan, memasuki pertengahan tahun 2010, ekonomi dunia diperkirakan bakal kembali membaik. Seiring dengan itu, investor akan meminta agar kenaikan suku bunga dihentikan.

"Ini sebagai penyesuaian terhadap iklim ekonomi dunia yang membaik," tambah Tim.

Menurutnya, saat ini hanya Asia yang mempunyai neraca pembayaran baik. Pertumbuhan ekonomi, khususnya di ketiga negara China, India dan Indonesia tergolong positif. Sedangkan untuk negara seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, pertumbuhan ekonomi sangat kecil.

"AS dan Eropa is very weak," kata Tim yang difasilitasi oleh ING Sekuritas Indonesia.

Memasuki tahun 2010, ekonomi bergerak positif. Negara-negara yang sebelumnya terlilit resesi, sudah bisa keluar dari jeratan krisis ekonomi. Dengan membaiknya ekonomi dunia, kinerja pasar finansial pun membaik. Harga barang, khususnya komoditas pun diprediksi menurun.

Inilah yang menjadi pangkal alasan agar kenaikan suku bunga BI dihentikan saat turunnya harga barang komoditas. Tim menganjurkan agar para investor mengambil pandangan jangka menengah dan mencermati lonjakan sementara inflasi terhadap ekonomi pokok yang membaik. Disaat yang sama mereka dapat mempertimbangkan berinvestasi di pasar saham.

(dro/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads