LPS Tak Masalah Mantan Pemilik Kuasai Lagi Bank Mutiara

LPS Tak Masalah Mantan Pemilik Kuasai Lagi Bank Mutiara

- detikFinance
Jumat, 16 Okt 2009 08:28 WIB
LPS Tak Masalah Mantan Pemilik Kuasai Lagi Bank Mutiara
Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merestui siapapun yang nantinya akan membeli PT Bank Century Tbk (kini Bank Mutiara) termasuk mantan pemilik Century Rafat Ali Rizvi.

"Itu (Ravat Ali) kalau mau beli Mutiara, LPS sih mau-mau saja," ujar Kepala LPS, Firdaus Djaelani kepada detikFinance ketika ditemui dalam acara Malam Silaturrahmi Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Kamis malam (15/10/2009).

Dikatakan Firdaus, siapa saja yang mau beli jika memang memberikan harga bagus bisa saja. Namun ia meragukan Rafat cs bisa memiliki bank lagi di Indonesia setelah kasus Bank Century tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cuma sekarang dia dapat izin dari BI ga? kan harus fit and proper dulu," tegasnya.

Namun jika memang akhirnya Rafat mendapatkan izin dari BI untuk memiliki bank, LPS akan membuka pintu selebar-lebarnya.

"Tidak ada masalah bagi LPS. Jika memang dia berminat kembali maka datang saja dulu ke BI, bilang secara baik jika mau beli lagi bank itu dari kita.

Berbeda dengan pemegang saham, manajemen Century berharap LPS sebagai pemilik tidak akan menjual kembali dengan nilai bailout sebesar Rp 6,7 triliun itu pada mantan pemilik Bank Century terdahulu itu. Direktur Utama Bank Mutiara Maryono mengatakan lebih baik mencari investor selain Rafat Ali.

"Kalo mereka punya komitmen kuat kenapa tidak dari dulu, yang jelas keterpurukan Century dari pemilik lama Rafat, Tantular, dan Hashem. Kita mending cari investor lain yang lebih baik, kan bank kita sudah sehat," jelasnya.

Meskipun begitu, Maryono mengatakan keputusan penjualan kepemilikan Bank Mutiara pada akhirnya ada di tangan LPS sebagai pemilik.

Data terakhir pemegang saham Bank Century sebelum diambilalih Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah:
Clearstream Banking S.A Luxembourg 11,5%
First Gulf Asia Holdings Limited (d/h Chinkara Capital Limited) 9,55%
PT Century Mega Investindo 9%
PT Antaboga Delta Sekuritas 7,44%
PT Century Super Investindo 5,64%
Lain-lain kurang dari 5% sebesar 57,21%.

Dibalik nama-nama perusahaan itu adalah Rafat Ali Rizvi, Hesham Al Warraq Thalat dan Robert Tantular.



(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads