Anwar: Saya Bertemu Robert Tantular Sekali Seumur Hidup

Anwar: Saya Bertemu Robert Tantular Sekali Seumur Hidup

- detikFinance
Senin, 19 Okt 2009 13:40 WIB
Anwar: Saya Bertemu Robert Tantular Sekali Seumur Hidup
Jakarta - Mantan Ketua BPK Anwar Nasution menepis tudingan sering bertemu dengan mantan pemilik Bank Century (sekarang Bank Mutiara), Robert Tantular. Anwar mengaku dirinya hanya pernah bertemu sekali dengan Robert seumur hidupnya.

Anwar juga membantah terbentuknya penggabungan beberapa bank  yang melahirkan Bank Century (Bank Mutiara)  beberapa tahun lalu karena kedekatannya dengan Robert Tantular pada saat ia menjabat sebagai deputi gubernur senior BI.

"Pernah ketemu sekali seumur hidup, pada waktu rapat  yang saya pimpin, kenal pun tidak saya," katanya saat ditemui di Istana Negara, Senin (19/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BPK juga telah memeriksa Anwar Nasution terkait keterlibatannya saat pembentukan Bank Century, yang merupakan bank hasil merger Bank Pikko, Bank CIC dan Bank Danpac. BI beberapa waktu lalu juga menuding Anwar Nasution merupakan pihak yang membidani lahirnya Bank Century karena ketika itu menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI.

Namun Anwar menegaskan, dirinya telah meninggalkan BI  6 bulan sebelum Bank Century dibentuk (Desember 2004). Sehingga setelah ia meninggalkan BI pada bulan Juli  2004 ia tidak  tahu menahu soal Century.

"Tapi zaman saya pada waktu itu rapat dewan gubernur tidak keberatan dengan catatan tiga hal modal ditambah, manajemen diperbaiki, jangan lagi melakukan hal tidak-tidak dengan syarat yang ketat dan jadwal yang ketat," jelasnya.

Mengenai proses pemeriksaan yang cukup lama, hal ini kata dia tidak terlepas dari masalah audit  aliran dana yang memerlukan waktu. Meski ia mengklaim telah berhasil menyelesaikan pemeriksaan hingga 70%, dengan menyisakan hasil
pemeriksaan aliran dana karena harus perlu kerjasama dengan PPATK.

"Bank Bali saja perlu waktu beberapa bulan dengan ongkos US$ 2,5 juta, kita belum kesana makanya kita minta PPATK," jelasnya.

Ia berharap sisa progres pemeriksaan yang masih tersisa 30%, diharapkan dalam  waktu normal akan selesai dalam satu bulan lagi.




(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads