Menurut siaran pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Senin malam (19/10/2009), hingga kuartal III-2009, BTPN berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 13,18 triliun meningkat 38% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 10,1 triliun.
Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross sampai kuartal III 2009 sebesar 0,49 persen, turun dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 0,77 persen. Sedangkan NPL Nett nya hingga September 2009 ini sebesar 0,02 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jerry mengatakan pertumbuhan kredit BTPN juga diimbangi dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK).
Hingga kuartal III 2009, kata Jerry BTPN berhasil menghimpun DPK sebesar Rp 16,6 triliun, naik 41 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu yang sebesar 11,81 triliun.
Dari sisi pendapatan operasional, sampai kuartal III 2009 BTPN mampu mencatatkan pendapatan operasional sebesar Rp 1,57 triliun, naik 27 persen dari kuartal III tahun lalu yang sebesar Rp 1,24 triliun. Peningkatan pendapatan ini, kata Jerry, terutama disumbang dari peningkatan pendapatan bunga seiring dengan meningkatnya penyaluran kredit.
Untuk CAR BTPN pada kuartal III-2009 tercatat sebesar 21 persen, jauh di atas ketentuan minimal CAR yang ditetapkan BI sebesar 8 persen. BTPN hingga kuartal III tahun ini telah mencatatkan total aset sebesar Rp 19,3 triliun, naik 39 persen dari periode yang sama tahun lalu.
BTPN, kata Jerry akan tetap fokus mengembangkan penyaluran kredit untuk segmen Usaha Mikro Kecil (UMK) dan kredit pensiunan.
"Dalam mengembangkan segmen UMK dan pensiunan, kami mengutamakan pertumbuhan yang optimal secara berkelanjutan ditopang oleh pengembangan infrastruktur operasional, pengelolaan manajemen risiko yang baik, penambahan cabang dan penambahan jumlah SDM," pungkas Jerry.
(dru/qom)











































