Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D. Hadad mengatakan pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II yang telah diumumkan oleh Presiden SBY diyakini akan mendorong lonjakan kredit perbankan sehingga sampai akhir tahun kredit bisa tumbuh 12-13%.
"Optimisme dengan kabinet baru akan dorong lonjakan kredit, undisburshed loan di atas Rp 220 triliun, jadi keseluruhan tahun kami lihat pertumbuhan kredit 12-13%," ujarnya ketika ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (22/10/2009).
Menurut Muliaman suku bunga kredit yang mulai menurun saat ini juga akan turut memicu lonjakan kredit perbankan.
"Sebenarnya beberapa bunga sudah turun, UMKM ke kisaran 12-13%. Beberapa korporasi bahkan sudah diberikan fasilitas bunga 10-11%, jadinya harga sudah comparable dari sebelum krisis," jelasnya. (dnl/qom)
