Wakil Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaadmadja mengatakan saat ini suku bunga kredit BCA per Oktober 2009 sudah turun sebesar 1 bps dari bulan Agustus 2009 yang sebesar 13 persen.
"Saat ini bunga kredit sudah turun disekitar 12 persen," ujar Jahja kepada detikFinance di Jakarta, Senin malam (26/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Februari 2009, sambung Jahja, suku bunga kredit terus turun dari 15 persen. Dengan adanya penurunan ini BCA sampai dengan bulan Oktober 2009 telah menurunkan tingkat bunga kreditnya sebesar 300 bps.
Senada dengan Jahja, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) Agus Martowardoyo mengatakan suku bunga kreditnya sudah turun sampai dengan 50 bps.
"Penurunan terakhir tersebut akan berlaku efektif pada 1 November 2009," ujar Agus.
Agus menambahkan, penurunan tersebut merupakan penurunan kelima yang dilakukan Mandiri sepanjang tahun 2009. Sehingga total penurunan bunga sepanjang 2009 mencapai 2,25 persen.
Hal yang sama juga dilakukan oleh bank dengan pangsa KPR terbesar yakni Bank Tabungan Negara (BTN). Direktur Keuangan BTN, Saut Pardede mengatakan suku bunga kredit khusus KPR juga akan diturunkan per 1 November 2009.
"Suku bunga kredit KPR kita akan turun per 1 November 2009 sebesar 1,5 persen. Rata-rata sekarang bunga kredit di posisi 12 persen," ungkapnya.
Ia juga mengatakan penurunan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Tony Prasetiantono mengatakan, penurunan suku bunga kredit perbankan sepertinya akan cenderung tertahan sampai di Oktober ini.
"Karena tampaknya BI Rate juga harus bertahan di level 6,5 persen, sehingga ruang bank-bank untuk menurunkan bunganya lagi menjadi tertahan," ujarnya melalui pesan singkatnya.
Tony menegaskan sebenarnya peluang BI Rate turun lagi masih ada sekali lagi, yakni ke 6,25 persen. Namun syaratnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS harus stabil dan menguat mendekati Rp 9.000.
"Namun sayangnya hal ini kan tidak terjadi, rupiah malah melemah. Jika pelemahan rupiah ini tidak berubah hingga awal November maka BI Rate akan sulit turun," ungkapnya.
(dru/qom)











































