Sebelumnya, perseroan juga sudah mengkaji rencana tukar guling terhadap 2% saham PT Saseka Gelora Finance yang dimiliki oleh Indover dalam rangka pelunasan dana nyangkut tesebut sambil membeli kembali sahamnya.
"Sampai sekarang kita masih negosiasi dengan mereka. Soal tukar guling dengan saham masih dikaji, tapi kita maunya cash, karena memang seharusnya dibayar cash," kata Direktur Finance and Strategy CIMB Niaga, Wan Razly di Hotel Midplaza, Jakarta, Rabu (28/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka masih belum bilang bagaimana kelanjutannya," ujarnya.
Hal serupa juga diserukan oleh Presdir CIMB Arwin Rasyid. Ia berharap, BI bisa segera mengambil keputusan dalam masalah ini sehingga tidak berlarut-larut. "Harapan kita sih bisa cepat selesai, tapi sampai sekarang BI belum kasih kabar lagi," katanya.
Bank Indover dibekukan oleh pengadilan Belanda per 7 Oktober 2008 karena kesulitan likuiditas dan tidak memiliki dana cukup untuk menanggung dana pihak ketiga sebesar Rp 7 triliun.
Sehubungan dengan itu, CIMB Niaga memiliki dana sebesar US$ 5 juta atau sekitar Rp 50 miliar yang tertahan di Indover karena sedang dibekukan. Dana itu dulu milik PT Bank Lippo Tbk (LPBN) sebelum melakukan merger dengan PT Bank Niaga Tbk (BNGA).
(ang/qom)











































