Direktur Finance and Strategy CIMB Niaga Wan Razly mengatakan pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh pertumbuhan bisnis ritel terutama kartu kredit dan
kredit kepemilikan mobil.
"Data sembilan bulan pertama 2009, menunjukkan jumlah outstanding kartu kredit mencapai 642.000 berbanding 581.000 kartu kredit dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya," ujar Wan dalam Konferensi Persnya di Hotel Intercontinental Midplaza, Jakarta, Rabu (28/10/2009).
Kredit kepemilikan mobil mengalami peningkatan sebesar 23 persen (yoy) menjadi Rp 7,9 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, lanjut Wan, Loan to Deposits Ratio (LDR) CIMB Niaga per September 2009 meningkat menjadi 90,2 persen dari 88,2 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
"Untuk Rasio Kredit Bermasalah (NPL) gross CIMB Niaga tercatat sebesar 2,8 persen selama sembilan bulan pertama 2009, atau naik dari 2,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ungkapnya.
Wan juga mengatakan untuk dana pihak ketiga (DPK) per September 2009 meningkat Rp 81,3 triliun atau meningkat Rp 80,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun dari sisi Rasio Kecukupan Modal (CAR), Wan mengatakan per September 2009, CAR CIMB Niaga turun dari 15,92 persen per September 2008 menjadi 15,03 persen per September 2009.
"Hal ini dikarenakan meningkatnya jumlah pinjaman yang naik mencapai Rp 1,4 triliun," jelasnya.
Besaran provisi (pencadangan) CIMB Niaga per September 2009 meningkat 169 persen, dari Rp 414 miliar per September 2008 menjadi Rp 1,1 triliun per September 2009.
Menurut Direktur Korporasi CIMB Niaga Catherine Hadiman, kenaikan provisi terebut merupakan hal yang wajar dilakukan sebagai prinsip kehati-hatian. "Bukan
berarti NPL akan berpotensi naik, namun hanya menjalankan prinsip kehati-hatian," ungkapnya.
Di sektor korporasi saja masih akan bertambah hingga Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun. Sementara itu, Presiden Direktur CIMB Niaga, Arwin Rasyid mengatakan untuk menambah modalnya, CIMB sendiri berencana akan menambah modal CIMB Niaga Indonesia.
"Namun manajemen masih mereview mengenai rencana tersebut. Apakah melalui rights issue, subdebt, atau hybrid capital. Rencana masih awal tahun 2010," tutur Arwin.
Sebelumnya, CIMB Group yang merupakan pemegang saham terbesar CIMB Niaga Indonesia berencana akan menambah modalnya hingga US$ 100 juta. Namun Arwin mengatakan besaran tersebut juga masih harus di kaji lebih lanjut dan belum pasti.
(dru/dnl)











































